Pacitan

Pelajar Pacitan Rindu Belajar di Sekolah

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Masa indah kisah belajar di sekolah menjadi impian semua siswa. Namun, pandemi korona tak kunjung reda. Terlalu lama pembelajaran tatap muka (PTM) ditunda.

Latisa Stefi Alivia masih ingat betul betapa gembira dirinya ketika mulai menapaki bangku SMA. Dia masih berkesempatan mengenakan seragam putih abu-abu. ‘’Kalau tidak salah, saya masih sempat masuk hingga dua semester,’’ kenang siswi SMAN 1 Pacitan itu.

Pandemi pun datang, sekolah ditutup. Pembelajaran dialihkan dalam jaringan (daring) dari rumah hingga gadis 17 tahun itu kini menginjak kelas XII. Rindu bertemu guru dan teman hanya bisa ditebus lewat virtual Zoom di setiap mata pelajaran. Hangat suasana sekolah tak dapat dirasakan langsung. ‘’Ke sekolahnya hanya pas ngumpulin tugas atau ulangan. Itu pun jarang dan sekolah selalu sepi,’’ ungkapnya.

Sisi positifnya, kini Latisa punya banyak waktu untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Selama daring, dia bergabung karang taruna hingga mengikuti duta Genre di Pacitan dan keluar sebagai juara II. ‘’Tetap ada sisi positifnya,’’ ujarnya.

Rindu Novi Setya Ningrum juga tebal. Siswi SMPN 3 Pacitan itu mengaku bosan belajar via daring. Selain tak bisa bertemu rekan sekelasnya, siswi kelas IX itu kesulitan mencerna pelajaran yang diberikan dari kejauhan. Internet pun sering gangguan ketika hujan mengguyur deras belakangan. ‘’Kalau nggak ngerti gimana ngerjainnya, kadang tanya kakak,’’ tutur pelajar asal Desa Sedeng, Pacitan, itu.

Kerepotan mencerna pelajaran dari kejauhan juga dirasakan Meygza Zistian Rizky. Siswi kelas V SD itu akhirnya menggantungkan pendampingan dari keluarga saat daring. Waktu luangnya digunakan untuk bermain dan membantu pekerjaan rumah. ‘’Ingin cepat sekolah. Bosan di rumah terus,’’ ungkap siswi SDN Bangunsari Pacitan itu. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button