Madiun

Pekerjaan Menumpuk Picu Burnout Syndrome

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pekerjaan terkadang menyita energi, bahkan bisa menimbulkan stres berkepanjangan. Di dunia psikologi, gejala tersebut dikenal dengan istilah burnout syndrome. ‘’Jika dibiarkan bisa mengakibatkan kehilangan minat pada pekerjaan maupun motivasi untuk bekerja maksimal. Imbasnya, produktivitas kerja menurun,” ujar Andi Cahyadi, seorang psikolog, Minggu (19/9).

Andi menyebut, pengidap burnout syndrome biasanya merasakan lelah secara emosional, hampa, dan seolah yang dilakukan tak ada artinya. ”Sindrom ini selalu berhubungan dengan pekerjaan, sedangkan depresi tidak. Penyebab depresi tidak hanya faktor pekerjaan, tapi bisa juga keluarga, hubungan percintaan, atau masalah pribadi lain,” bebernya.

Dia menjelaskan, seseorang yang mengalami burnout syndrome akan kehilangan semangat bekerja. Pun, merasa antipati dengan sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaannya. ”Termasuk merasa tidak nyaman saat berada di kantor,” ungkapnya.

Lantas, bagaimana cara mencegahnya? ‘’Jika merasa mulai tidak semangat bekerja, sebaiknya ambil cuti. Atau dengan relaksasi, olahraga, dan hangout. Bisa juga cari teman atau lingkungan kerja baru yang auranya positif,” tuturnya. (irs/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button