Madiun

Pekerja Seni Rindu Manggung

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivitas pegiat seni di Kota Madiun nyaris macet total akibat pandemi Covid-19. Pun, para pekerja sektor itu limbung. Tidak sedikit yang banting setir menekuni pekerjaan lain untuk menyambung hidup. ‘’Buka warung di Jalan Mangga,’’ kata Tri Cahyono, salah seorang pekerja seni, Senin (20/9).

Ya, selama ini Tri menggantungkan hidup dari manggung. Baik pesta hajatan maupun acara kedinasan. ‘’Dulu setiap ada kunker (kunjungan kerja, Red) Pak Wali, kami main di situ,’’ lanjut pekerja seni dari Komunitas Pelestari Koes Plus (KPK) Madiun itu.

Namun, sejak pandemi Tri maupun seniman lain di komunitasnya berhenti total dari aktivitas berkesenian. Jadwal manggung pun dibatalkan semua. Terutama sejak adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). ‘’Kami ada dua jenis, ada Koes Plus yang band dan satunya keyboard saja. Vakum total,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi mengaku memahami kondisi para pekerja seni. Pun, pekan lalu pihaknya mengundang mereka untuk diskusi, menampung unek-unek sekaligus menawarkan solusi. ‘’Pembahasan ini membantu kita, pelaku seni ayo berjalan dengan prokes (protokol kesehatan, Red),’’ kata Maidi.

Maidi menawarkan konsep pentas hybrid. Yakni, penggabungan pertunjukan virtual dan offline. Langkah itu dinilai adaptif di masa pandemi. Pemkot, kata dia, siap memfasilitasi. ‘’Ada anggaran sewa. Band main tanpa penonton, campursari main tanpa penonton,’’ ujarnya. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button