Mejayan

Pekerja Seni dan Sor Terop Desak Bisa Tanggapan Lagi

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Ada ”lelang” alat hajatan dan kesenian di kompleks Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun di Caruban, Kamis (10/3). Aksi yang disebut bukan demo itu digelar seratusan pekerja seni dan kalangan sor terop. ‘’Saya membawa gamelan agar dibeli Pak Bupati,’’ kata Aris Supanji, salah seorang pekerja seni.

Mereka sudah hilang kesabaran. Tak ada pilihan lagi selain sambat kepada pemerintah. Mereka mengeluhkan macetnya penghasilan selama pandemi Covid-19. Nyaris setahun tanpa job alias tanggapan. Gegaranya, larangan dan pembatasan kegiatan masyarakat menggelar hajatan.

Mereka ngebet untuk bisa manggung lagi. Ngudarasa pun disampaikan lewat aksi menawarkan berbagai peranti seni dan peralatan kerja kepada bupati selaku pembuat aturan. ‘’Ini bukan demo. Saya dan teman-teman minta bupati memberi sedikit saja kelonggaran,’’ ujarnya.

Beragam properti dilapakkan di depan kantor bupati. Mulai kursi pengantin, kain dekorasi, hingga gamelan terjajar di sejumlah pikap. Petugas satpol PP dan polsek setempat pun turun tangan. Minta perwakilan bermediasi. ‘’Hasilnya masih abu-abu. Akan ada pembahasan lagi. Padahal, daerah lain sudah boleh (menggelar hajatan),’’ kata Nur Rohmat, salah seorang dekorator, perwakilan mediasi.

Unek-unek telah disampaikan. Dia ingin pekerja seni dapat kembali bekerja. Kendati hanya sedikit kelonggaran, namun sudah cukup berarti. Soal disiplin protokol kesehatan (prokes) akan ditata. ‘’Kalau tidak boleh bekerja, monggo kain-kain dan dekorasi saya dibeli. Saya sudah menyerah dengan kondisi ini,’’ ungkapnya. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button