Madiun

Pekerja Migran Asal Kota Madiun Positif Covid-19

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rasa kangen SS pada keluarganya di Madiun Lor, Manguharjo, harus dipendam lebih lama. Sebab, pekerja migran Indonesia (PMI) itu harus dirujuk ke RSUD Kota Madiun. Perempuan 53 tahun itu terdeteksi positif Covid-19 usai menjalani karantina lima hari di Wisma Haji Kota Madiun.

Sebelumnya, dia dijemput di Surabaya setiba dari Hongkong Jumat lalu (11/6). Berdasarkan hasil swab test saat karantina di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, SS dinyatakan negatif Covid-19. ‘’Ada surat-suratnya, hasilnya negatif,’’ kata Kasi Perencanaan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun Hengky Wahyu Setyo Wibowo, Kamis (17/6).

Penjemputan SS ke Surabaya setelah pemberkasan beres. Sampai di Kota Madiun, sesuai aturan yang berlaku, yang bersangkutan dikarantina di Wisma Haji dan harus dites polymerase chain reaction (PCR). ‘’Hari ini (kemarin, Red) seharusnya SS bisa pulang ke rumah. Tapi, karena hasil tes PCR-nya positif Covid-19, yang bersangkutan harus dirawat di rumah sakit,’’ ungkapnya.

Dari hasil penelusuran diketahui bahwa SS sempat berkontak dengan PMI lain selama dikarantina di Wisma Haji. Bahkan, dia sekamar dengan Hartiningsih, PMI asal Lampung yang diduga menjadi korban penipuan tentara abal-abal. ‘’Yang kontak erat dengan SS akan dilakukan tes PCR juga,’’ ujarnya.

Hengky menyebut, kasus PMI terkonfirmasi Covid-19 itu yang pertama di Kota Madiun. Pihaknya juga telah menyerahkan masalah tersebut ke dinas kesehatan (dinkes) untuk ditindaklanjuti. Termasuk kemungkinan pemeriksaan lanjutan terkait potensi varian baru Covid-19. ‘’Total 20 pekerja migran yang sudah kami jemput. Terbaru Anik Sumarni, 40, warga Kanigoro. Yang bersangkutan juga bekerja di Hongkong,’’ terangnya. (her/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button