AdvertorialMadiun

Pedagang Urun Rembuk Program 2021

Usulan Harus Tune In dengan Rencana Pemkot

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana program dinas perdagangan untuk tahun 2021 mulai disusun. Diawali dengan meminta pendapat sekaligus usulan dari pedagang yang ada di Kota Madiun. ‘’Kami minta mereka untuk ikut berpikir apa program-program ke depan. Lalu, usulannya apa, kemudian kami tune in-kan dengan program pemkot,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi saat acara konsultasi publik dan musrenbang dinas perdagangan di The Sun Hotel Rabu (5/2).

Dari situ, diharapkan bisa menemukan suatu program yang pas untuk meramaikan Kota Madiun. Paling tidak, kata Maidi, dapat mengundang antusiasme warga dari Karesidenan Madiun datang ke kota untuk membelanjakan uang mereka. ‘’Harus ada penelitian. Misal, orang dari Karesidenan Madiun itu kesukaannya makanan dan pakaian begini,’’ ujarnya.

Jika semua kebutuhan warga itu dapat dipenuhi oleh pedagang, tentu ada multiplier effect yang timbul. Seperti perekonomian para pedagang akan meningkat. ‘’Bukan pedagang saja yang nanti hidup. Kulinernya, tempat makan, dan juga parkirnya akan menjadi luar biasa,’’ tutur mantan sekda Kota Madiun tersebut.

Oleh sebab itu, Maidi menekankan sektor jasa bakal menjadi perhatian pemkot untuk menarik investasi dan menumbuhkan perekonomian daerah. ‘’Yang berkaitan dengan jasa nanti akan kami berikan pembinaan. Sehingga, diharapkan bisa mendatangkan orang banyak ke Kota Madiun,’’ terang Maidi.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono mengatakan, ada sejumlah rencana program dan kegiatan yang akan pihaknya kerjakan pada 2021 mendatang. Misalnya, program peningkatan, pengembangan, dan pengawasan perdagangan nonpasar rakyat. Kegiatannya meliputi pembinaan dan pengawasan PKL, membangun jejaring perdagangan lintas kota, serta peningkatan mutu barang dalam keadaan terbungkus (BDKT). ‘’Di luar itu ada dua program lainnya yang kami anggap juga prioritas,’’ katanya.

Dua program itu meliputi pengelolaan pasar rakyat dan pemberantasan barang kena cukai ilegal. Kegiatan tersebut mencakup pengembangan sarpras pasar rakyat. Seperti pada tahun ini, dinas perdagangan bakal merevitalisasi pujasera di Pasar Sleko. Berikutnya kegiatan promosi pasar berupa gerakan kembali ke pasar. (her/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button