Madiun

Pedagang PBM Wajib Kantongi Surat Rapid Test

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus Covid-19 di Kota Madiun berpotensi melonjak tinggi. Kondisi itu menyusul didapatinya para pedagang Pasar Besar Madiun yang reaktif rapid test. Berdasarkan data yang dihimpun dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan KB (dinkes-ppkb) dari pemeriksaan 241 pedagang pada Jumat lalu (1/1), sebanyak 40 orang di antaranya hasil tes cepatnya reaktif. Data tersebut belum termasuk hasil tes masal yang kembali dilakukan dinkes dan dinas perdagangan pada Sabtu (2/1).

Atas temuan tersebut mulai Minggu (3/1) dini hari aktivitas di Pasar Besar Madiun di-stop. Pasar tradisional terbesar di Kota Madiun tersebut ditutup hingga Selasa (5/1). “Kami lakukan rapid test terhadap pedagang pasar. Kebetulan ada yang meninggal. Jadi, kami harus gerak cepat,” kata Plt Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun dr AS Wardani, Sabtu (2/1).

Selama PBM ditutup sementara, proses sterilisasi dilakukan diseluruh lantai pasar tersebut. Pihak dinas perdagangan juga berencana melakukan pembatasan pedagang ketika sudah buka kembali nanti. “Pedagang diharuskan menunjukkan surat hasil rapid test nonreaktif ketika sudah buka kembali pada 6 Januari mendatang untuk yang dari dalam kota. Sedangkan, dari luar kota boleh berjualan pada 9 Januari,” kata Kasi Sarpras dan Ketertiban Dinas Perdagangan Kota Madiun Tugas Prasetyo. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button