Pacitan

Pedagang Pasar Tulakan Geruduk BPN Pacitan

Geram Tuntutan Tidak Ditindaklanjuti sejak September

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Puluhan pedagang Pasar Tulakan menggeruduk Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pacitan Senin (4/11). Mereka geram lantaran tak kunjung ada perkembangan tuntutan pencabutan sertifikat tanah sengketa yang mereka tempati untuk berdagang. ‘’Kami yakin tanah itu milik negara,’’ kata Slamet Riyadi, perwakilan pedagang.

Para pedagang Pasar Tulakan tiba di BPN Pacitan sekitar pukul 12.30. Setengah jam kemudian, pihak BPN Pacitan menerima mereka. Suasana sempat tegang saat para pedagang menuding BPN tidak menindaklanjuti tuntutan yang diajukan sejak September lalu. ‘’Kami ingin merapat ke Kanwil BPN Jatim. Kanwil juga harus mengetahui sesuatu yang masih terselubung,’’ ujar Slamet.

Perdebatan antara para pedagang dengan pihak BPN berlangsung panas. Sejumlah aparat kepolisian langsung berdatangan dan berjaga. Hingga pukul 16.00 komunikasi terselesaikan setelah perwakilan pedagang dimediasi pihak Polres Pacitan. Itu setelah tuntutan pedagang untuk mendatangai kanwil direstui BPN Pacitan. ‘’Kami harapkan bisa secepatnya dilakukan,’’ desak Slamet.

Kasi Penanganan Masalah dan Pengendalian Pertanahan BPN Pacitan Heri Subyanto menyebut kemarahan pedagang sebuah kesalahpahaman. Heri mengatakan, surat tuntutan para pedagang telah dilayangkan ke Kanwil BPN Jatim per 10 Oktober lalu. Pengiriman tersebut dilakukan setelah mempelajari dan mendalami isi tuntutan. ‘’Sampai saat ini, kami masih menunggu surat resmi dari sana (kanwil),’’ ungkapnya.

Heri berjanji akan memfasilitasi keinginan para pedagang untuk menghadap ke kanwil. Namun, kapan waktunya belum jelas. Pihaknya bakal segera melakukan koordinasi dengan kanwil terkait jadwal tersebut. ‘’Semua sudah tahu masalah ini sudah masuk persidangan dan sudah membuahkan hasil. Tapi, kami akan mendukung tuntutan itu. Yaitu mendatangi kanwil bersama dengan pemkab setempat dan perwakilan pedagang,’’ pungkasnya. (den/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button