Ponorogo

Pedagang Pasar Stasiun dan Pasar Lanang Berat Hati Direlokasi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Satu-dua pedagang di Pasar Lanang dan Pasar Stasiun masih berat hati meninggalkan tempat lamanya. Meski telah mendapatkan kunci kios baru di Sarlegi (Pasar Legi).

Manto Setiawan mengaku butuh waktu untuk bersiap di kios barunya. Sebab, ukurannya berbeda dengan kios di Pasar Lanang. ‘’Di pasar baru, saya dapat ukuran 4×3 meter. Dibandingkan kios yang sekarang, saya kehilangan 800 meter,’’ kata pemilik toko optik dan arloji di Pasar Lanang itu, Sabtu (28/8).

Manto menyebut, kios optik butuh ruang lega untuk pemeriksaan mata dan etalase kacamata. Maka, dia cukup kesulitan menyesuaikan di tempat baru. Pun, sistem zonasi membuatnya harus mencari pelanggan baru. Dia bakal pindah ketika bangunan Pasar Lanang nantinya digunakan untuk keperluan publik yang baru. ‘’Saya siap pindah kalau pasar ini sudah dibongkar,’’ tegas laki-laki 60 tahun itu.

Pedagang di Pasar Stasiun juga menolak pindah ke Sarlegi. Lantaran selama ini mereka merasa tidak berurusan dengan Pemkab Ponorogo. Kontrak mereka dengan PT KAI. Pun, mereka telah berjualan sejak 1976. ‘’Kami semua pindah kalau tempat ini bakal dipakai PT KAI,’’ kata Anang Khoironi, perwakilan pedagang Pasar Stasiun. (mg7/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button