Madiun

Pedagang Pasar Bunga Bakal Dipindah ke Panjaitan-Dawuhan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana pemkot merelokasi pedagang pasar bunga di sebelah barat kompleks Stadion Wilis mulai diseriusi. Bahkan, DPUTR sampai memindahkan alokasi anggaran renovasi Pasar Sleko demi merealisasikan pembangunan fisik pasar bunga baru di Jalan Panjaitan sampai Dawuhan tahun depan. ‘’Anggarannya sekitar Rp 6 miliar,’’ kata Kepala DPUTR Kota Madiun Suwarno Kamis (24/10).

Sebelumnya, dalam rencana kerja dan anggaran (RKA) DPUTR 2020, dana pembangunan pasar bunga hanya dialokasikan sekitar Rp 1,9 miliar. Sementara, renovasi Pasar Sleko mencapai Rp 5,1 miliar. Namun, dengan pertimbangan agar proyek penataan saluran air Terate timur serta pembangunan sentra kuliner bisa cepat selesai, bujet tersebut digeser. Khususnya pada kegiatan renovasi Pasar Sleko.

Suwarno mengatakan, seluruh kegiatan itu akan dikerjakan secara paralel tahun depan. Diawali dengan normalisasi pada saluran air Terate di Jalan Rimba Mulya. Paket pekerjaan tersebut diharapkan paling cepat akhir Maret 2020 sudah selesai lelang dan mulai dikerjakan sebulan berselang. ‘’Nilainya mencapai sekitar Rp 11 miliar,’’ ujar mantan kepala pelaksana BPBD itu.

Pengerjaan fisik pasar bunga baru, lanjut dia, ditargetkan selesai pada September 2020. Apabila semua prosesnya berjalan sesuai rencana yang disusun, seluruh pedagang di pasar lama bisa direlokasi paling cepat Oktober 2020. ‘’Bangunan yang lama nanti dibongkar,’’ tutur Suwarno.

Setelah semua tahapan itu dijalankan, pengerjaan kembali fokus pada pemasangan box culvert saluran air Terate timur. Saluran tersebut akan ditutup sepanjang 400 meter agar kelak bisa digunakan sebagai sentra kuliner seperti yang diharapkan Wali Kota Maidi. ‘’Kalau pusat kuliner itu konsepnya ya outdoor,’’ katanya.

Dia menambahkan, semua kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari peningkatan Jalan Diponegoro dan Musi serta pembangunan Tugu Pendekar di simpang lima Diponegoro yang seluruhnya menelan anggaran Rp 4,57 miliar. ‘’Di sekitar proliman itu, saluran air yang berada persis di samping SMKN 1 Madiun akan ditutup dengan box culvert juga. Jalannya di situ nanti akan dilebarkan,’’ jelas Suwarno. (her/c1/isd)

Penataan Desa Wisata Terkendala Infrastruktur

PENATAAN desa wisata di Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo, Tulungagung, Trenggalek, dan Kediri (Pawitan Dirogo Tunggal Diri) butuh biaya besar. Oleh sebab itu, pemprov mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah (pemda) masing-masing dengan pemerintah desa (pemdes) untuk mengembangkan potensi wisata di wilayahnya secara mandiri.

Kepala Bakorwil I Madiun Gatot Gunarso tak menampik semua pemda di Pawitan Dirogo Tunggal Diri mustahil mampu membiayai seluruh pengembangan wisata lokal. Namun, diharapkan masing-masing mengupayakan peningkatan infrastruktur serta pendampingan lebih lanjut dan promosinya.

‘’Pengembangan desa wisata itu kendalanya kalau tidak soal infrastruktur, ya dananya,’’ kata Gatot usai rapat peningkatan komitmen kerja sama pengelolaan desa wisata di kantor Bakorwil I Madiun Kamis (24/10).

Soal kendala dana, kata dia, pemdes bisa bekerja sama dengan Perhutani. Sifatnya bagi hasil untuk pengembangan desa wisata. Model kolaborasi seperti itu sudah diterapkan sejumlah daerah. Salah satunya di Plaosan, Magetan.

Meski begitu, Gatot menyebut ada aturan yang harus lebih dulu dipadukan dalam hal regulasi. Terutama aspek pengelolaan desa wisata, termasuk pembagian keuntungan dan infrastrukturnya. ‘’Jadi, selain membuat pengembangan tujuan wisatanya, infrastruktur yang menyangkut akses menuju tempat wisata juga harus dikembangkan,’’ tuturnya.

Pengembangan desa wisata juga membutuhkan peran warga setempat. Termasuk dalam menyediakan keterbukaan informasi dan pengelolaan sehingga menarik minat wisatawan. ‘’Terlebih, saat ini hampir seluruh pemdes berlomba-lomba menggali potensi yang dimiliki untuk membuat kawasan agrowisata. Bukan hanya mendongkrak pendapatan pemerintah desa, tapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar desa wisata,’’ paparnya. (her/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button