Ngawi

Pedagang Masih Dibayangi Trauma Angin Kencang

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sejumlah pedagang kali lima (PKL) sekitar jalan serong sisi barat Alun-Alun Merdeka masih dibayangi trauma. Mereka khawatir kejadian angin kencang kembali terulang. ‘’Takut, apalagi bulan ini sudah tiga kali dagangan kami mawut,’’ kata Ela Laila Sari, salah seorang PKL, Rabu (27/11).

Menurut Ela, dampak paling parah terjadi 10 November lalu. Kala itu angin kencang merusak sebagian dagangannya dan nyaris merobohkan lapak tempatnya berjualan. ‘’Kejadian serupa saat Hari Aksara Internasional, dagangan saya juga rusak,’’ ujarnya.

Terakhir, Minggu lalu (24/11) angin kencang nyaris mencelakai Ela dan sang suami. Keduanya terjebak di lapak tempat berjualan. Berlindung di bawah terpal yang telah ambruk. ‘’Kios pedagang depan saya malah tertimpa pohon tumbang. Untungnya tidak ada orang di dalamnya,’’ ungkap Ela.

Dia mengaku kini kerap waswas saat kondisi cuaca tak bersahabat. Pun, warga Desa Dungus, Ngawi, itu memilih menutup lapaknya lebih awal saat hujan mengguyur alun-alun kemarin petang. Padahal, lokasi sekitar tempatnya berjualan sedang ramai pengunjung. ‘’Masih trauma. Sekarang ada mendung sedikit saja sudah saya tutup,’’ tuturnya.

Ela menyebut, tiga kali lapaknya diterjang angin kencang membuatnya merugi jutaan rupiah. Sebab, dua kali harus mengganti atap terpal yang robek. Belum termasuk dagangannya yang rusak. ‘’Kalau sehari paling sedikit bisa kumpulkan lima puluh ribu, kalau banyak mungkin bisa tiga ratus (ribu) atau lima ratus ribu,’’ ungkap Ela.

Sejak mulai berdagang pada 2006 silam, baru kali ini angin kencang kerap menyambangi kawasan alun-alun dan merusak dagangan para PKL. Karena itu, Ela berharap adanya bangunan permanen agar lebih aman. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button