Pacitan

Pedagang Kios Pancer Door Wewenang Disparpora

PACITAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pacitan lepas tangan atas pendirian 10 kios di Pantai Pancer Door yang tak disukai para pedagang. Organisasi perangkat daerah (OPD) itu melempar tanggung jawab penanganan kepada dinas pariwisata kepemudaan dan olahraga (disparpora).

Tatkala banyak pedagang memilih berjualan di area pantai, ketimbang memanfaatkan kios. Dengan alasan bangunan dinilai tidak representatif karena tak menghadap ke arah laut. ‘’Kondisi kios seperti itu sudah disetujui pedagang,’’ kata Kepala DLH Pacitan Edi Yunan Ahmadi Selasa (23/7).

Yunan menyebut, pembangunan kios sudah menampung aspirasi para pedagang. Mereka sepakat bangunan tidak menghadap arah laut atau selatan, melainkan timur. Itu sudah menjadi ketentuan karena posisi berjualan tersebut dilarang. ‘’Jadi tidak asal-asalan,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Dia menampik kios ditinggalkan sepenuhnya para pedagang. Beberapa masih masih ada yang menempati. Kalaupun ada banyak yang memilih berjualan di bibir pantai, itu bukan tanggung jawab lembaganya. Pembinaan pedagang untuk bersedia menempati kios yang dana pembangunannya dari corporate social responsibility (CSR) itu kewenangan disparpora. ‘’Kalau di tengah jalan muncul seperti itu (jualan di pantai, Red), masuknya ke disparpora,’’ tegasnya.

Sementara, Kabid Pemasaran Disparpora Pacitan Budi Hartoko, menyebut problem Pancer Door bergantung sumber daya masing-masing pedagang. Keberadaan kios seharusnya direspons positif lewat pemanfaatan. Bukan malah sebaliknya, melanggar peraturan berjualan di bibir pantai. Upaya penertiban lewat bantuan satpol PP tidak membuat pedagang jera. Terlepas itu, pihaknya sebatas menerima hak mengelola atas pembangunan kios. ‘’Kami sempat mengusulkan kios diposisikan dua meter dari jogging track, tapi tidak disetujui pihak lainnya,’’ ungkapnya. (den/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close