Madiun

Pedagang Ganjal Perluasan Stasiun Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana perluasan Stasiun Madiun terganjal. Upaya PT KAI Daop 7 membersihkan bangunan liar di timur stasiun diwarnai perlawanan. Satu dari dua penghuni empat bangunan tersebut menolak tempatnya mengais nafkah dibongkar. Herliana Purbaningrum, penghuni itu, sempat cekcok dengan petugas Kamis pagi (31/10).

Yana, sapaan perempuan itu, beralasan tanah yang dia tempati milik Pemkot Madiun. Sehingga, menurut dia,  PT KAI Daop 7 tidak berweang membongkarnya. ‘’Jika memang milik PT KAI Daop 7, tidak usah bawa petugas. Tanpa diminta saya akan pindah sendiri,’’ kata Yana.

Sebenarnya, dia telah mendengar tujuan pembongkaran itu. Yakni, lahan yang dia tempati sejak 1997 itu bakal ditukar guling dengan lahan baru milik pemkot. Namun hingga kini, belum ada kepastikan dari PT KAI lapaknya hendak dipindah ke mana. ‘’Tidak ada kejelasan. Saya berkali-kali sudah menyampaikan ingin bertemu pak kepala (Kadaop 7), tapi petugasnya cuma bilang oke saja,’’ ungkapnya.

Dia pun telah menerima surat pemberitahuan perihal pembongkaran itu sejak 2016 lalu. Namun, bukan surat itu yang dia butuhkan. Melainkan kejelasan terkait kepemilikan tanah. Dia mengklaim telah mendapat izin dari pemkot untuk menempati lahan tersebut. ‘’Bukan tidak peduli atau tidak menghormati. Ayo mediasi lebih dulu,’’ pintanya.

Karena itu dia minta perlindungan pemkot dan DPRD setempat agar masalah ini klir. Sehingga, tidak ada pihak yang dirugikan. ‘’Saya mau cari keadilan, karena ini persoalan perut. Mau cari makan di mana lagi saya,’’ sambung perempuan yang membiarkan barang dagangannya itu di atas lahan yang bangunannya sudah dibongkar.

Eksekusi berjalan lebih cepat dari jadwal. Semula direncanakan jalan pukul 07.00. Namun, petugas gabungan PT KAI Daop 7, satpol PP, dan kepolisian telah bersiaga sejak pukul 05.00. Pembongkaran dilaksanakan pukul 06.00. ‘’Sejak 2015 ketika itu sengketa, saya dibantu tim 11 dan sudah jelas pernyataannya bahwa sengketa tanah itu belum jelas. Saya akan bawa masalah ini ke pemkot dan dewan,’’ ancamnya.

Manager Humas Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengklaim tanah tersebut aset PT KAI Daop 7. Itu setelah melalui serangkaian proses pendataan. Lahan tersebut disertifikatkan jadi hak pakai PT KAI Daop 7. ‘’Tanah tersebut milik kami atau bukan, kami lakukan pendataan terlebih dahulu,’’ kata Ixfan.

Menurut dia, sebenarnya proses eksekusi itu direncanakan sejak 2015 lalu. Surat pemberitahuan kepada pengguna lahan dikeluarkan hingga 16 kali sejak 2016 sampai 2019. Namun, rencana itu tertunda hingga kini. ‘’Baru hari ini kami bisa mengeksekusi,’’ lanjutnya.

Ixfan menjelaskan pembongkaran bangunan itu untuk perluasan stasiun. Rencananya, lahan parkir bakal diperluas hingga separo Jalan Kompol Sunaryo. Sementara jalan untuk perluasan dipindah ke selatan. Menggunakan lahan PT KAI Daop 7. ‘’Untuk eksisting jalan ini akan dibuat lahan parkir. Jadi jalan ke arah stasiun ini akan lebih lebar sebagai gantinya,’’ bebernya. (kid/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button