Madiun

Pecel 99 Makin Ramai sejak Dikunjungi SBY

Depot nasi pecel 99 sudah melegenda. Menyambut pemudik, Karyono owner depot telah menambah stok bahan baku. Sebab, warga Madiun dari berbagai daerah bakal bertandang ke depotnya sekadar mengobati rasa kangen menyantap kuliner khas Kota Karismatik tersebut.

————-

DILA RAHMATIKA, Madiun

ANGKA 99 terpasang nyata dan besar menghiasi banner di depan depot nasi pecel di Jalan HOS Cokrominoto itu. Terlihat sejumlah orang menikmati sajian nasi pecel sore itu. Sementara orang datang silih berganti di depot ini. Di dinding depot puluhan foto berpigura menghiasi setiap dinding depot. Sejumlah tokoh dan pesohor terpampang dalam figura tersebut.

Di antara semua itu, figura terbesar adalah foto mantan Presiden Republik Indonesia yang ke-enam Susilo Bambang Yudhoyono.  Ada yang berbeda dengan tampilan depot. Jika sebelumnyua ruang depot cukup sempit. Kali ini agak lebih luas dengan penambahan ruangan depot di sebelahnya. Juga dilengkapi etalase yang berisikan menu khas Kota Madiun turut dijajakan. Mulai dari brem, sambel pecel sampai madumongso. ’’Yang disebelah ini memang baru dibangun dua tahun ini,’’ kata Karyono pemilik depot nasi pecel 99.

Ada cerita dibalik penempatan ruangan baru tersebut. Tanpa sepengetahuannya, tetangga sebelah depotnya  menjual tanah sebidang miliknya dan ditawarkan langsung ke Karyono. Kemudian,  salah seorang pemili restoran di Jalan Kalimantan enggan membuka usaha resto. Sehinggha sejumlah perabotan  resto dijual. ’’Terus dibeli anak saya. Jadi meja kursi ini beli di orang itu,’’ ungkapnya.

Pria bermabut uban dan berwajah keriput ini mengisahkan jika  depot ini telah dirintis sejak 1987. Sebelum menjadi depot, Karyono dan mendiang istri  berjualan  gerabah. Suatu ketika kakak nomor tiga Karyono menyantap nasi pecel yang berada tidak jauh dari toko gerabahnya. Depot nasi pecel tersebut terlihat ramai. ’’Terus kakak saya menyarankan agar saya jualan nasi pecel karena pasti lebih ramai,’’ paparnya.

Kebetulan, sang istri juga jago memasak. Jadilah Karyono dan istri  berjualan nasi pecel.Membuthkan perjuangan dan kesabaran sampai akhirnya depot nasi pecelnya berkembang maju. Masih segar dalam ingatannya saat kali pertama berjualan  pelanggannya adalah tetangga sekitar rumah. ‘’Dari tetangga datang terus menyebar,’’ paparnya.

Bak durian runtuh, keberuntungan menghampirinya pada 2010 silam. Di tahun tersebut Madiun menjadi tuan rumah pertemuan bupati se-Indonesia yang akan dihadiri SBY. Waktu itu, SBY menyampaikan keinginan makan nasi pecel di Madiun. Salah seoraang teman Karyono memberikan saran untuk datang ke depot nasi pecel 99. ’’Saya kenal karena saya dulunya di AURI dan sudah buka nasi pecel.  Terus nggak lama ada paspampres datang kesini sampaikan kalau Pak SBY mau makan disini,’’ jelasnya.

Sore itu juga tanpa persiapan matang Karyono dibantu istri dan saudaranya bebrur bahan baku dadakan. Memasakan dalam skala besar. Sampai waktunya yang ditunggu datang, SBY dan rombongan sore itu datang menikmati sajian pecel 99. Bahkan, Karyono ikut memyambut di depan depot. ‘’Sempat berjabat tangan. Sejak itulah (SBY datang) mulai ramai dan makin banyak orang yang tahu tempat ini,’’ ujarnya.

PuLuhan tahun berjalan depot tersebut masih jadi enu legendaris. Tidak heran jelang lebaran dipastikan depotnya bakal ramai disambangi orang Madiun perantau yang sedang pulang ke Madiun.  Maka dari itu, jauh-jauh  itu Karyono sudah  menambah stok bahan baku pecel sejak jauh-jauh hari. ’’Baru satu bulan ini  kemasan nasi pecel sudah kedap udara kami beli mesinya. Jadi sambel pecelnya bisa lebih awet penyimpanannya,’’ akunya.

Sekarang, depot ini diteruskan oleh Respati Atik Resmiati putri semata wayangnya Sang buah hati dipercaya bisa membawa depotnya lebih maju. Sebab,  putrinya itu juga membuka usaha sejenis di wilayah Kabupaten Madiun dan berkembang maju. ‘’Jadi memutuhkan pemikiran yang muda dan lebih kreatif,’’ papar sembari menyebut yang membedakan pecel 99 dengan yang lainnya adalah pincuk yang  khas. *****(ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button