Ponorogo

Pecah Kongsi Pedagang Mobil Berujung Eksekusi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Hubungan baik dua kongsi jual beli mobil berakhir dengan eksekusi. Adalah Sukardi, 57, warga Jalan Cempaka, Polorejo, Babadan, Ponorogo, yang kemarin (12/10) harus rela rumahnya dikosongkan oleh juru sita Pengadilan Negeri (PN) setempat. Sejumlah aparat keamanan terlihat di lokasi untuk mengamankan jalannya eksekusi.

Tak ada perlawanan berarti dari pihak tereksekusi. Sukardi hanya diam ketika empat pekerja mengeluarkan semua perabot dari dalam rumah. Lemari, kursi, tempat tidur, hingga kasur tak ketinggalan dinaikkan ke mobil pikap untuk dipindah ke salah satu rumah di seberang jalan. Para tetangga yang merasa penasaran ikut menonton jalannya eksekusi dari awal hingga akhir.

Perkara perdata itu berawal ketika Sukardi berutang Rp 160 juta ke Toriman, 50, teman bisnisnya asal Karangsoko, Trenggalek, pada 2013 lalu. Jaminannya berupa sertifikat tanah yang di atasnya berdiri rumah hingga berlanjut terbitnya akta jual beli. Toriman sekalian membalik nama sertifikat. ‘’Tanah dan rumah sudah dibeli, tapi tidak segera dikosongkan,’’ kata Ernawati, kuasa hukum Toriman.

Apa kata Sukardi? Dia merasa tidak pernah menjual rumahnya ke Toriman. Sebaliknya, sebatas menyerahkan sertifikat atas jaminan utang. Pun, dia mengaku sudah pernah tiga kali mengangsur sejumlah Rp 13,4 juta. Sukardi menaksir harga pasaran tanah dan bangunan rumahnya kini senilai Rp 750 juta hingga tidak sepadan dengan tanggungan utangnya ke Toriman. ‘’Saya sama sekali tidak mengetahui kalau sertifikat sudah dibalik nama,’’ ungkapnya. (tr2/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button