KriminalitasPonorogo

Pecah Kaca Gasak Rp 110 Juta

Pelaku Beraksi saat Korban Menawar Durian di Tepi Jalan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Aksi penjambretan siang bolong di tengah kota menggegerkan warga yang lalu-lalang di seputar Jalan Pramuka Rabu (18/3). Pelaku yang diduga lebih dari satu orang menggasak uang tunai Rp 110 juta dari dalam mobil milik Munawar, 50, warga Slahung. ‘’Kami masih mengejar pelakunya,’’ kata Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Maryoko.

Kejadian menggegerkan itu terjadi pukul 11.53. Munawar mengemudikan Daihatsu Sigra AE 1759 VA seorang diri. Uang tunai yang baru diambilnya dari Bank BRI itu diletakkan di kursi tengah. Hendak pulang ke Slahung, Munawar mampir di sekitaran Jalan Pramuka. ‘’Beli durian di utara jalan baru (Jalan Suromenggolo, Red),’’ ujarnya.

Sesampainya di tempat pedagang durian, Munawar memarkir mobilnya di tepi Jalan Pramuka dan bertransaksi. Tak disangka, terdengar suara kaca pecah dari arah mobilnya. Rupanya ada seseorang yang merusak kaca mobil dan mengambil uang Rp 110 juta miliknya. ‘’Pria tak dikenal, perawakannya tidak jelas,’’ kata dia.

Munawar langsung berlari menuju mobilnya. Namun terlambat, penjambret itu langsung menggeber sepeda motornya dengan kencang. Membawa uang ratusan juta yang baru diambilnya. Kejadian berlangsung cepat. Warga di sekitar juga tak sempat bertindak. ‘’Jadi, waktu bertransaksi dengan pedagang durian di tepi jalan, ada yang tiba-tiba merusak kaca mobil,’’ jelas Maryoko.

Sayangnya, Munawar tak tahu pasti seperti apa perawakan pelaku jambret yang telah merusak mobilnya. Alhasil, tak banyak petunjuk yang diperoleh. Dia hanya menyampaikan kepada polisi bahwa kendaraan yang digunakan adalah sepeda motor bebek.

Hingga sore kemarin, pemeriksaan terhadap korban masih belum klir. Kepolisian telah meninjau tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa saksi-saksi yang patut digali infomasi. ‘’Doakan supaya kasus ini bisa segera kami ungkap,’’ ucapnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button