Ponorogo

PDP Reaktif Rapid Test dari Surabaya Meninggal 

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemudik nekat dari Surabaya yang sebelumnya reaktif rapid test meninggal dunia. Pasien dalam pengawasan (PDP) tersebut meninggal dalam perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Ponorogo. ‘’Meninggal dunia Minggu sore (10/5),’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni Senin (11/5).

Ipong menuturkan, PDP tersebut seorang perempuan berusia 57 tahun. Selama ini, dia dan suami berdagang di salah satu pasar di Surabaya. Anak dan anggota keluarganya menjemputnya untuk mudik ke Ponorogo akhir pekan lalu. ‘’KTP-nya Ponorogo. Tapi tinggal dan bekerja di Surabaya,’’ jelasnya.

PDP tersebut mengeluh sakit beberapa hari terakhir di Surabaya. Karena itu, dijemput pulang. Menurut Ipong, jika mengacu protokol kesehatan Covid-19, seharusnya PDP tersebut dibawa ke rumah sakit di Surabaya. Bukan ke Ponorogo. Apalagi, Surabaya telah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). ‘’Sesuai protokol, jika sakit tidak boleh keluar daerah tanpa izin pemerintah setempat,’’ bebernya.

Dalam perjalanan ke Ponorogo, sakitnya bertambah parah. Akhirnya, pihak keluarga membawanya ke RSU Aisyiyah. Mereka belum sempat pulang ke rumah. Di rumah sakit, PDP tersebut juga menjalani rapid test. Ternyata reaktif. Uji swab sudah dilakukan, hasilnya belum keluar. ‘’Hasil rapid test lima orang di satu mobil dengan PDP nonreaktif,’’ ungkapnya.

Informasi yang diterima bupati, PDP tersebut juga mengidap penyakit penyerta. Antara lain, diabetes dan stroke. Jenazah dimakamkan di pemakaman Desa Blembem, Jambon, Ponorogo, mengacu protokol pemulasaran jenazah Covid-19. Ipong meminta masyarakat di perantauan tidak mudik ke Ponorogo. ‘’Insya Allah almarhumah husnulkhatimah,’’ ucap bupati. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close