Ngawi

PDP Ngawi Melahirkan Bayi Perempuan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Seorang perempuan yang diindikasi terinfeksi Covid-19 menjalani proses persalinan di RSUD dr Soeroto, Ngawi. Pasien dalam pengawasan (PDP) 24 tahun asal Kecamatan Karanganyar yang mulai menjalani isolasi sejak Rabu (8/4) itu melahirkan bayi perempuan keesokan harinya (9/4). ‘’Menjelang maghrib, terlahir normal dengan berat tiga kilogram,’’ terang drg. Endah Pratiwi, kabid Penanggulangan dan Pencegahan Penakit Dinkes Ngawi.

Pasca persalinan, ibu dan bayi dirawat di ruang terpisah. Pihak rumah sakit pun langsung melakukan rapid test ulang kepada ibu beserta bayi yang baru dilahirkan. ‘’Ibunya negatif. Untuk hasil tes bayinya masih belum diketahui,’’ imbuhnya.

Bupati Ngawi Budi “Kanang” Sulistyono menegaskan sampai saat ini masih tetap menanti hasil swab yang dikirimkan ke RSU Unair Surabaya. PDP dari Karanganyar itu kebetulan datang ke RSUD dr. Soeroto untuk menjalani proses persalinan. Namun, pihak rumah sakit menemukan tanda bercak merah yang dicurigai terkait dengan virus Covid-19. ‘’Sebenarnya sudah dilakukan tes darah rutin dan hasilnya normal. Tapi untuk mengetahui ada virusnya atau tidak, maka dilakukan rapid tes,’’ terangnya.

Ternyata, lanjut Kanang, hasil rapid tes yang dilakukan menunjukkan pasien tersebut positif Covid-19. Namun, RSUD dr. Soeroto perlu memastikan kebenaran hasil tes cepat itu dengan berkirim spesimen ke RS Unair Surabaya. ‘’Kami masih menunggu hasil tes menggunakan polymerase chain reaction atau PCR,’’ ungkapnya.

Pemkab juga telah melakukan tracing. Beberapa hari lalu, pasien itu sempat dikunjungi ibunya dari Jakarta. Namun, kini ibunya telah kembali. ‘’Kami sudah telusuri riwayat perjalannya. Yang pernah kontak dengan pasien itu telah menjalani rapid test,’’ imbuhnya.

Kanang menyebut hasil rapid tes suami pasien negatif Covid-19. Sejauh ini pun tidak memiliki keluhan apa-apa. Dimungkinkan, virus yang menginfeksi pasien bukan korona, melainkan jenis lain dengan gejala mirip. ‘’Mungkin ada kesalahan pada alatnya, karena bisa saja (rapid test) itu eror. Tapi dalam waktu dekat akan kami coba lakukan rapid tes lagi supaya lebih yakin,’’ tegasnya.

Sampai kini seluruh penanganan PDP di RSUD dr. Soeroto berpedoman protokol kesehatan. Seluruh tim medis selalu mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.  ‘’Kami tangani sesuai protokol kesehatan. Perlakuannya seperti pasien yang sudah positif, meskipun hasilnya (rapid test) negatif,’’ ungkapnya. (tif/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close