Ponorogo

PDP Lansia Meninggal Dunia, Hasil Uji Swab Belum Keluar

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) di Ponorogo meninggal dunia. Satgas penanggulangan Covid-19 setempat menyatakan pasien tersebut belum dipastikan tertular korona. Pasalnya, PDP itu mengidap beberapa penyakit penyerta. ‘’Sesuai aturan, ketika meninggal berstatus PDP, pemulasaran dan pemakaman harus sesuai protap Covid-19,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo Rahayu Kusdarini Senin (27/4).

Per Minggu (26/4), tercatat 27 PDP di Ponorogo. Selain seorang yang meninggal dunia, masih ada dua PDP lain yang dirawat di RSUD dr Harjono. Sementara yang telah lulus isolasi 13 orang, dan yang masih menjalani isolasi mandiri sebelas orang. Data terus bergerak setiap hari.

Menurut Irin, sapaan kadinkes, PDP tersebut adalah seorang perempuan berusia 86 tahun. Punya riwayat perjalanan dari zona merah. Awalnya masuk ke RSU Aisyiyah. Keluhan awal nyeri perut. ‘’Masuk ke perawatan penyakit dalam,’’ jelasnya.

Tim dokter RSU Aisyiyah juga melakukan pemeriksaan paru-paru. Hasilnya, pasien tersebut juga mengidap pneumonia. Karena itu, statusnya ditetapkan jadi PDP terhitung Selasa sepekan lalu (21/4). Hari itu juga dipindahkan ke RSUD dr Harjono. ‘’Protapnya seperti itu. Meskipun tidak ada kontak dengan pasien terkonfirmasi positif,’’ ungkap Irin.

Selama di RSUD, PDP tersebut dirawat di ruang isolasi. Jumat lalu (24/4) PDP tersebut mengembuskan napas terakhir. Tim dokter menyatakan PDP tersebut mengidap berbagai keluhan. Sejak awal dirawat di RSU Aisyiyah, lansia itu dirawat di poli penyakit dalam. Meski demikian, tim dokter RSUD telah melaksanakan uji swab. Namun, hasilnya belum diketahui. ‘’Sejak awal dirawat dengan keluhan penyakit dalam. Kami masih menunggu hasil swab-nya,’’ terang Irin. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close