Ponorogo

PDP Korona di RSUD dr Harjono, Satu Keluar, Satu Masuk

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) virus Covid-19 dirawat di RSUD dr Harjono, Ponorogo. Pasien tersebut baru pulang dari daerah terjangkit korona, mengeluh batuk, pilek, dan demam. Tim dokter memastikan ada gejala pneumonia pada pasien tersebut.  ‘’Baru satu hari dirawat,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ponorogo drg Rahayu Kusdarini Kamis (19/3).

Irin, sapaan kadinkes, mengungkapkan, terhitung kemarin angka orang dengan risiko (ODR) korona 568 orang. Sementara, jumlah ODP 24 orang. Sedangkan PDP satu orang. ‘’Ini PDP baru,’’ lanjut dia mengutip data terbaru yang dihimpun satuan tugas (satgas) pencegahan korona setempat.

PDP baru yang tak disebutkan identitasnya itu masuk RSUD Rabu malam (18/3). Setelah diwawancara, pasien mengaku baru pulang dari traveling di salah satu daerah terjangkit korona. ‘’Statusnya langsung PDP karena pulang dari daerah terjangkit dan ada gejala pneumonia,’’ terangnya.

Status PDP, jelas Irin, ditetapkan pada seseorang ketika sudah menunjukkan gejala pneumonia. Hingga kemarin, pasien tersebut dirawat intensif di ruang isolasi. Tim dokter terus mengawasi perkembangan kesehatannya. ‘’Kalau semakin berat, diupayakan pemeriksaan swab dengan dirujuk ke RSUD dr Soedono, Madiun. Kalau membaik, tidak perlu,’’ ujarnya.

Pemeriksaan swab (sampel lendir dari hidung) perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab pneumonia Covid-19 atau bukan. Namun, itu hanya akan ditempuh jika kondisi kesehatan PDP memburuk. Contohnya, seorang ODP yang Selasa lalu (17/3) sempat dinaikkan statusnya menjadi PDP karena mengeluh sesak napas. Setelah berangsur membaik, pasien ini pun dipulangkan. ‘’PDP yang dari pulang umrah sudah pulang, statusnya tetap ODP. Menjalani perawatan di rumah,’’ pungkasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button