Pacitan

PDP Asal Pacitan Meninggal di Jogja, Dimakamkan Sesuai Protokol Korona

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) asal Pacitan meninggal dunia sekitar pukul 06.00 Jumat (24/4). Pasien tersebut mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di RSUP dr Sarjito, Jogjakarta. Untuk mengantisipasi penularan Covid-19, proses pemakaman disesuaikan protokol penanganan korona. ‘’Jenazah tiba di Pacitan sekitar pukul 11.00,’’ kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pacitan Rahmad Dwiyanto.

Rahmad mengungkapkan, meski PDP, namun hasil rapid test warga Kecamatan Pacitan (kota) tersebut nonreaktif Covid-19. Petugas kesehatan juga telah melakukan swab PCR sebelum meninggal dunia. Sebab, saat dirawat, korban menunjukkan gejala penyakit asal Wuhan, Tiongkok, tersebut. Pun, didiagnosis memiliki penyakit lain, yakni hepatitis C dan B. ‘’Saat ini kami masih menunggul hasil uji swab-nya,’’ ujar kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pacitan itu.

Jenazah dimakamkan di salah satu tempat pemakaman umum (TPU) di Pacitan. Hanya beberapa petugas yang diizinkan melihat penguburannya. Sementara, baju hazmat dan alat pelindung diri (APD) lengkap dikenakan para petugas pemakaman. ‘’Kami lakukan antisipasi pencegahan sesuai standardisasi penanganan pandemi korona,’’ jelasnya.

Menurut Rahmad, meski belum jelas status infeksinya, namun rencananya tracing bakal dilakukan pada orang yang kontak dekat. Disusul rapid test. Itu sebagai antisipasi penularan virus tersebut. Hingga kini, pihaknya belum mendapati riwayat kontak pasien tersebut dengan klaster yang ada. ‘’Kami masih lakukan penelusuran dan pengembangan,’’ imbuhnya.

Penemuan tersebut, lanjut Rahmad, menambah jumlah PDP di Pacitan jadi 10 orang. Selain yang meninggal dunia tersebut, lainnya tengah menjalani pemantauan dari tim satgas. Dua orang diisolasi di RSUD dr Darsono, Pacitan. Sementara lainnya karantina mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan ketat. Tiga orang dinyatakan bebas Covid-19, usai rapid test dan observasi tak menunjukkan gejala penularan. ‘’Untuk satu orang yang covid confirm membaik, dan hasil swab terakhir negatif. Kita tunggu swab berikutnya sebelum menentukan kebijakan selanjutnya,’’ beber Rahmad.

Dia berharap kepulangan jenazah yang diduga terpapar virus korona itu tak membuat warga resah. Pihaknya memastikan telah melakukan upaya pencegahan penularan. Sementara warga diminta tetap waspada dan menggunakan masker saat terpaksa keluar rumah. ‘’Kalau bisa kita minta warga tetap di rumah, termasuk ibadah di rumah selama Ramadan ini,’’ tegas Rahmad. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close