Madiun

Patroli Siber Temukan Penjual Ratusan Masker

Diduga Praktik Penimbunan, Status Pemilik Terperiksa

MADIUN, Jawa Pos Rada Caruban – Dijual satu boks masker bedah seharga Rp 285 ribu. Kalimat penawaran seperti itu ditulis Endra Wiyargo, 36, di akun Facebook (FB) miliknya beberapa hari lalu. Apes, aktivitas berjualan alat penutup hidung dan mulut di media sosial (medsos) itu membuatnya harus berurusan dengan polisi.

Warga Desa/Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, itu diamankan dengan dugaan menimbun masker untuk mengeruk keuntungan memanfaatkan mewabahnya virus Covid-19 atau korona. Puluhan boks dan puluhan masker turut disita sebagai barang bukti (BB) dari hasil penggeledahan di rumah pedagang bakso itu Rabu lalu (4/3). ‘’Ulahnya diketahui dari patroli siber,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro Kamis (5/3).

Logos mengungkapkan, tim siber intens patroli di grup jual-beli online seiring isu kelangkaan masker dan hand sanitizer di sejumlah daerah. Ketika berselancar di FB, petugas mendapati akun Endra menawarkan penjualan masker. Kejanggalan ditemukan dari hasil penelusuran. Akun itu ternyata lebih sering promosi pribadi dibanding berjualan bakso. ‘’Akun penjual bakso tapi menawarkan masker. Dari situ kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,’’ terangnya.

Anak buah Logos lantas mendatangi rumah Endra. Ketika digeledah, petugas menemukan 40 boks masker dan 23 masker yang sudah dibuka dari boksnya. Semuanya tersimpan di sebuah kardus cokelat. ‘’Kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,’’ ujarnya.

Hasil pemeriksaan sementara, Endra berniat menjual masker seharga Rp 285 ribu per boksnya. Barang itu diakui didapatkan dari sang istri yang bekerja sebagai buruh migran di Hongkong. Namun, polisi tidak percaya begitu saja dengan keterangan tersebut. Sebab, warga Hongkong juga kesulitan memperoleh masker.

Pihaknya belum bisa menyimpulkan ada tidaknya unsur pidana dari temuan masker. Yaitu, praktik penimbunan yang melanggar pasal 29 Undang-Undang (UU) 7/2014 tentang Perdagangan. Status Endra saat ini masih sebagai terperiksa. ‘’Kami akan terus kembangkan temuan ini,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close