Madiun

Patahima Kecam Praktik Cinta Satu Malam

Karaoke Tempat Nyanyi, Bukan Prostitusi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga sekitar Jalan Bali mendukung penuh jika pemerintah hendak menutup In Lounge Pub & Karaoke. Terkuaknya praktik ’’cinta satu malam’’ itu dianggap turut mencoreng citra warga setempat.

Amin Yusnarto, tokoh masyarakat setempat, tegas mendukung jika pemerintah mencabut izin operasional THM tersebut. Keberadaannya pun hanya berjarak 60-an meter dengan Musala Aisiyah yang terletak di gang seberangnya. ‘’Jarak ke masjid juga dekat. Waktunya azan subuh terdengar musik masih keras, keluar suaranya perempuan. Jadi nggak nyaman,’’ kata Amin.

Warga sekitar sudah kerap mengeluhkan persoalan ini sejak Maret 2019. Keluhan itu diutarakan ke RT agar diteruskan ke kelurahan setempat. Salah satu yang dikeluhkan, pengunjung sering kencing dan muntah di gang sebelah timur yang menjadi jalan menuju musala. ‘’Sempat juga ada pengunjung yang malak warung sekitar. Tapi sudah ditangani tiga pilar kelurahan,’’ ungkapnya.

Keluhan warga itu sempat mereda selama pandemi lantaran aktivitas THM sempat ditangguhkan. Belakangan, Amin sering menjumpai THM itu masih beroperasi setiap pulang dari posko di kelurahan pukul 22.00. ‘’Padahal sudah jam malam, tapi di situ masih penuh pengunjung. Kami sebenarnya tidak merasa sok suci, tapi kita hidup saling berdampingan. Jadi, sudah sepantasnya saling menghargai,’’ tutur warga Jalan Bali itu.

Ketua Paguyuban Tempat Hiburan Malam Madiun (Patahima) Suhardo memastikan In Lounge Pub & Karaoke bukan anggota Patahima. Suhardo pun mengecam praktik prostitusi sebagaimana temuan Polda Jatim tersebut. Dia menggarisbawahi THM bukan tempat prostitusi, melainkan tempat bernyanyi. ‘’Kalau memang cari yang seperti itu ya ke tempat prostitusi saja. Karaoke itu tempatnya orang nyanyi,’’ kata Suhardo.

Dia tak menampik selama ini banyak tamu menanyakan fasilitas plus-plus. Di situlah peran pengusaha THM harus bersikap tegas agar fokus jasanya tidak melenceng. Pelaku usaha juga harus mengawasi betul agar tidak ada oknum yang melakukan praktik haram di tempatnya. ‘’Kalau tidak tegas, kita yang susah,’’ ujarnya.

Pasca temuan Polda Jatim, Suhardo bakal mengintensifkan koordinasi dengan 13 THM yang terhimpun dalam Patahima. Pembinaan perlu dilakukan sebulan sekali agar fokus jasa hiburan yang dijalankan tidak menyalahi aturan. ‘’Tiap bulan kami adakan pertemuan. Anggota dilakukan pembinaan dan pengarahan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo memastikan bahwa In Lounge Pub & Karaoke belum memenuhi izin online single submission (OSS). Itu diketahui setelah berkoordinasi bersama dinas penanaman modal pelayanan terpadu satu pintu koperasi dan usaha mikro (DPMPTSPKUM). Juga, belum mengantongi rekomendasi untuk beroperasi kembali di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Rekomendasi itu dikeluarkan berdasarkan hasil supervisi Pokja Pendekar Waras di lapangan terkait penerapan protokol kesehatan. ‘’Izin OSS belum memenuhi, rekomendasi juga belum punya,’’ kata Agus.

Persoalan THM menjadi atensi tersendiri. Apalagi di masa pandemi yang kasus persebaran Covid-19 di Kota Madiun masih cukup tinggi. Pihaknya bakal menyapu bersih THM nakal yang melanggar aturan. ‘’Tidak ada toleransi, kami akan sapu bersih para pelanggar,’’ tegasnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close