Magetan

Pastikan Pelanggar Protokol Kena Denda

Nominalnya di Bawah Besaran dalam Pergub

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sanksi denda Rp 350 ribu seperti tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 53 Tahun 2020 sejauh ini belum diberlakukan di Ngawi. Meski begitu, Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono memastikan bakal menerapkan denda bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. ‘’Itu pasti (sanksi denda, Red),’’ ujarnya Senin (7/9).

Kanang mengatakan, besaran denda bagi pelanggar protokol kesehatan di Ngawi nilainya bakal tidak sama dengan yang disebutkan dalam pergub. ‘’Dendanya senilai biaya rapid test,’’ ungkap bupati Ngawi dua periode tersebut.

Sanksi denda itu juga sudah tertuang dalam peraturan bupati (perbup). Pun, saat ini sedang disosialisasikan kepada masyarakat sebelum kelak diterapkan di tengah kondisi pandemi yang masih berlangsung. ‘’Sebenarnya perbupnya sudah diterapkan, tapi mengenai sanksi dendanya memang belum,’’ jelasnya.

Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Ngawi Arif Setiono juga menyatakan bahwa perbup tersebut memang menyatakan sanksi denda. Namun, tidak berlaku menyeluruh. ‘’Hanya dikhususkan bagi pelanggar pasal 7,’’ kata Arif.

Dia menjelaskan, dalam pasal itu disebutkan bahwa warga luar daerah yang masuk ke wilayah Ngawi wajib memiliki surat keterangan sehat disertai hasil rapid test nonreaktif. Jika tidak, dikenai sanksi denda sesuai pasal 13 Perbup Nomor 15 Tahun 2020 yakni sebesar Rp 150 ribu dan wajib mengikuti rapid test. ‘’Hanya disebutkan seperti itu. Tapi, kalau nanti ada revisi karena sudah ada inpres (instruksi presiden, Red) dan pergubnya kami tidak tahu,’’ urainya.

Sementara itu, kesadaran warga Ngawi mematuhi protokol kesehatan sepertinya mulai menurun. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang tidak mengenakan masker ketika berada di tempat umum. Tidak sedikit pula orang yang bergerombol tanpa menjaga jarak minimal 1,5 meter di area publik. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button