Madiun

Pasmagul Wadahi Penderita Stroke di Madiun Raya

Sejumlah penderita stroke di Madiun Raya bersatu di paguyuban Pasmagul. Lewat perkumpulan itu pula mereka biasa berbagi pengalaman seputar upaya penyembuhan penyakit tersebut.

===================

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

SEJUMLAH warga lanjut usia (lansia) pagi itu tampak memasuki salah satu ruangan sebuah hotel di Kota Madiun. Setelah membubuhkan tanda tangan di buku absensi di meja presensi, mereka mengambil tempat duduk. Sebagian menggunakan kursi roda dan kruk. Ada pula yang berjalan tertatih tanpa menggunakan alat bantu.

Hari itu cukup spesial bagi para penderita stroke tersebut. Mereka mengikuti seminar dan talkshow tentang pencegahan dan penanganan post stroke. ‘’Kalau dulu kebanyakan hanya orang tua yang terkena stroke, sekarang mulai banyak anak muda yang terserang,’’ kata Dwi Purwanto, relawan Paguyuban Semyu Mataraman Gulun (Pasmagul).

Pasmagul mewadahi para penderita stroke –maupun yang telah sembuh- untuk berkumpul dan berbagi pengalaman. Sepekan sekali mereka berkumpul di lapangan Gulun. Melakukan senam bersama dan sharing. ‘’Yang sudah kembali sehat menularkan tips agar yang lain dapat segera sembuh dari stroke,’’ tuturnya.

Tidak dapat terbayangkan jika terkena stroke di usia masih muda. Selain beban mental, penderita akan semakin ngenes ketika bertemu sesama penderita yang mayoritas lansia. Namun hal itu tidak pernah dirasakan member Pasmagul yang masih belia. ‘’Biasanya kalau menyerang anak muda, itu karena memiliki riwayat tensi darah tinggi,’’ lanjutnya.

Pasmagul berdiri sejak lima tahun lalu. Latar belakangnya adalah para penderita stroke kala itu kebingungan hendak mencari hiburan. Apalagi dengan kemampuan fisik yang sudah tidak lagi normal karena penyakit yang dideritanya. ‘’Dari sini tips bagi yang sudah sembuh ditularkan kepada yang lain,’’ ungkap tenaga paramedis RSUD Soedono Madiun ini.

Pasmagul sempat vakum tiga kali. Dwi sebagai relawan yang bergabung 1,5 tahun lalu tidak mengetahui masalah internal yang memicu vakumnya paguyuban itu. ‘’Analisa saya karena ketika itu belum ada orang yang bertindak sebagai relawan,’’ sebutnya.

Karena itu, paguyuban tersebut kini aktif menggelar acara. Sedikitnya 103 member tergabung dalam Pasmagul. Mereka berasal dari berbagai daerah di Madiun Raya. ‘’Sekitar 60 persen warga Kota Madiun, sisanya dari kabupaten sekitar,’’ kata Dwi.

Hampir separo member pasmagul berasal dari kalangan warga kurang mampu. Karena itu, pihaknya sering mengadakan kegiatan sosial untuk membantu anggota yang kesulitan perihal biaya. Sementara, urusan pendampingan dilakukan para relawan. ‘’Kami berharap adanya bantuan dari pemerintah. Dengan adanya pendampingan, semangat mereka untuk sembuh terangkat,’’ tuturnya.

Penyakit stroke gejala awalnya ditandai vertigo, suhu badan meningkat, hingga akhirnya lemas. Fase saat penderita merasa lemas itu biasanya akibat pembuluh darah otak pecah hingga menyebabkan penderita mengalami lumpuh. ‘’Bagian tubuh yang lumpuh tergantung dari pembuluh darah otak mana yang pecah. Misalnya yang pecah kiri, maka yang lumpuh tubuh sebelah kanan,’’ ungkapnya. *** (isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button