Pacitan

Pasien Termuda Sembuh, Bayi Lima Bulan Menang Lawan Korona

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan –  Kabar menggembirakan datang dari wisma atlet. Bayi perempuan berusia lima bulan yang merupakan pasien Covid-19 termuda di Pacitan sembuh. Bayi asal Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro, itu sudah dipulangkan dari tempat isolasi tersebut setelah menjalani perawatan intensif selama sepekan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bayi berinisial KWA itu menunjukkan tanda sembuh setelah tidak lagi mengalami demam. Dia dipulangkan bersama ibunya, yang juga telah pulih dari serangan virus korona Selasa (28/7).

Selain bayi lima bulan tersebut, TGTP Covid-19 Pacitan menyebut ada dua pasien anak lainnya yang sembuh dari Covid-19. RA, anak perempuan berusia empat tahun asal Desa/Kecamatan Sudimoro; dan ALN, bocah 11 tahun dari Desa Sukorejo, Kecamatan Sudimoro. Keduanya bisa kembali ke rumah setelah memenangkan pertempuran selama hampir 14 hari melawan Covid-19.

Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto mengatakan, kesembuhan tiga pasien anak bisa menjadi sebuah harapan. Sebab, mereka sebelumnya terpapar virus SARS-CoV-2 dari orang terdekatnya yang termasuk dalam klaster perusahaan pembangkit listrik di Sudimoro. ‘’Dengan demikian, semua pasien (terkonfirmasi) Covid-19 di bawah usia 17 tahun sudah kami nyatakan sembuh. Tidak ada lagi yang dirawat di wisma atlet,’’ klaimnya.

Selain ketiga pasien anak tersebut, ada sepuluh penderita lainnya yang telah dinyatakan sembuh dari virus korona. Sehingga, total pasien sembuh sejak Senin (27/7) ada 13 orang. Beberapa di antaranya merupakan pasien dari kasus impor (imported case). ‘’Dengan kepulangan belasan pasien itu, rata-rata angka kesembuhan kita sekarang mencapai 76,4 persen,’’ ungkap Rachmad.

Sekalipun case recovery rate meningkat, Rachmad menyatakan status Pacitan masih tetap berada di zona kuning. Dia berharap sebelas pasien yang saat ini masih dirawat di RSUD dr Darsono dan menjalani isolasi di wisma atlet bisa segera menyusul sembuh. ‘’Saat ini memang masih zona kuning. Tapi, semoga bisa lekas zona hijau,’’ harap kepala diskominfo itu. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close