Magetan

Pasien Positif Korona Bertambah Empat, Hasil Rapid Test 31 Santri Reaktif

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Warga Magetan yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah empat. Keempat pasien baru itu diketahui terjangkit dari hasil tracing terhadap pasien ke-10 asal Kecamatan Karas yang saat ini masih menjalani perawatan di RSUD dr Soedono, Madiun.

‘’Sebelumnya, rapid test terhadap empat pasien itu menunjukkan hasil nonreaktif. Tapi, hasil uji swab diketahui positif,’’ kata Jubir Gugus Tugas Covid-19 Magetan Saif Muchlissun Kamis (23/4).

Muchlis –sapaan akrab Saif Muchlissun- menjelaskan, dari empat pasien positif tersebut tiga di antaranya merupakan warga Kecamatan Karas. Sedangkan seorang lainnya atau pasien ke-13 saat hendak dibawa ke rumah sakit, sudah tidak berada di tempat.

Belakangan diketahui pasien ke-13 tersebut telah pergi tanpa pamit ke Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. ‘’Hasil penelusuran gugus tugas, yang bersangkutan sudah ber-KTP Kalimantan Barat,’’ ujarnya.

Muchlis menyebut, gugus tugas tidak hanya menindaklanjuti hasil tracing pasien ke-10. Selama dua hari terakhir, timnya bersama Pemprov Jatim sengaja turun langsung ke pondok pesantren di Temboro, Karas. Itu dilakukan setelah pemerintah Malaysia mengklaim puluhan santri asal negara setempat positif korona.

Petugas medis, lanjut dia, melakukan rapid test terhadap 305 santri asal berbagai negara dan daerah di tanah air yang masih berada di pondok pesantren tersebut. ‘’Hasilnya, 31 santri reaktif,’’ kata Muchlis.

Dia menambahkan, hasil rapid test tidak bisa dijadikan acuan untuk mengonfirmasi terpapar tidaknya seseorang dari virus korona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Pengujian itu sekadar teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi terpapar tidaknya dari virus korona secara akurat harus dilakukan tes swab menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR). ‘’Ke-31 santri itu sudah dites swab dan dikirim ke pemprov. Semoga hasilnya negatif,’’ harap Muchlis.

Terpisah, Bupati Suprawoto mengaku belum membaca surat yang dikirim Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni terkait adanya santri yang baru pulang dari ponpes Temboro yang hasil rapid test-nya reaktif. ‘’Temboro sudah di-lockdown lokal. Warga dari luar tidak boleh masuk. Sebaliknya, warga setempat tidak diizinkan meninggalkan desa kecuali ada keperluan mendesak,’’ paparnya. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close