Madiun

Pasien Korona Nomor 27 Kota Madiun Meninggal Dunia

Sabtu-Minggu Tambah Tiga Kasus Baru

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Covid-19 di Kota Madiun tembus 62 kasus. Terhitung sejak Sabtu (22/8), pasien nomor 60 disusul dua kasus baru per Minggu (23/8). Bersamaan itu, satu pasien konfirmasi asal Pangongangan, Manguharjo, meninggal dunia.

Pasien nomor 60 berinisial K merupakan perempuan 42 tahun asal Josenan, Taman. Dia terlacak kontak erat dengan pasien nomor 43 berinisial D yang terkonfirmasi 13 Agustus. Pasien nomor 43 itu suami dari pasien nomor 40 asal Winongo, Manguharjo. ‘’K mulai demam, pilek, dan batuk setelah pasien nomor 43 terkonfirmasi positif,’’ kata Kabid Pengelolaan TIK Diskominfo Kota Madiun Noor Aflah.

Selanjutnya, K menjalani rapid test antibody dengan hasil reaktif. Diteruskan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) dan terkonfirmasi positif. Saat ini dirawat di ruang isolasi salah satu RS di Kabupaten Madiun. ‘’Tidak memiliki riwayat perjalanan luar kota,’’ sebutnya.

Pasien nomor 61 berinisial DP, laki-laki 50 tahun asal Demangan, Taman. Sebelumnya, pasien ini kontak erat dengan pasien nomor 39 dan 40 –suami istri asal Winonogo. Serta kontak erat dengan pasien nomor 43. Pun, rumah DP berdekatan dengan pasien nomor 28. Saat ini DP juga isolasi di salah satu RS di Kabupaten Madiun. ‘’Tracing-nya, DP kontak erat dengan empat orang tanpa gejala. Semuanya sudah menjalani swab test, tinggal menunggu hasil,’’ jelas Aflah.

Pasien nomor 62 berinisial DKP, perempuan 54 tahun asal Manisrejo, Taman. DKP merupakan tenaga kesehatan (nakes) yang sempat mengeluh sakit dan memeriksakan diri ke rumah sakit. Hasil rapid test antibody menunjukkan reaktif. Ditindaklanjuti swab test, pertama hasilnya negatif. Swab test kedua positif. ‘’Saat ini juga isolasi di salah satu RS di Kabupaten Madiun,’’ sambungnya.

Sementara, pasien nomor 27 yang tutup usia berinisial TRH. Perempuan 73 tahun itu telah menjalani perawatan selama 29 hari sejak terkonfirmasi 25 Juli. Tidak memiliki riwayat bepergian ke luar kota. Namun, saat demam sempat dijenguk kolega perusahaannya. Warga Pangongangan, Manguharjo, itu dimakamkan di pemakaman umum Precet, Manguharjo, sekitar pukul 04.00 kemarin (23/8). (mg3/kid/c1/fin)

Tanpa Gejala Cukup di Rumah Saja

PASIEN terkonfirmasi positif Covid-19 lebih banyak menjalani perawatan di rumah. Dari 24 pasien, 14 di antaranya menjalani isolasi mandiri. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Madiun mengingatkan isolasi mandiri harus prosedural. ‘’Itu hanya diperuntukkan pasien terkonfirmasi yang masuk kategori asimtomtik atau tanpa gejala,’’ kata Ketua IDI Cabang Madiun dr Tauhid Islamy.

Landasan formalnya diatur Surat Edaran (SE) Kemenkes HK.02.01/MENKES/202/2020 tentang Protokol Isolasi Diri Sendiri dalam Penanganan Covid-19. Kebijakan ini mempertimbangkan kapasitas ruang isolasi di rumah sakit yang terbatas. ‘’Kriteria masuk ruang isolasi rumah sakit itu yang punya gejala dan berat. Jika ringan, Kemenkes menyarankan isolasi mandiri,’’ lanjutnya.

Kendati demikian, isolasi mandiri harus melalui pengawasan dan pemantauan tenaga kesehatan. Pun, rumah yang ditempati haruslah memenuhi syarat. Harus memiliki kamar tidur dan kamar mandi terpisah, juga ventilasi udara baik. ‘’Bagi yang rumahnya tidak memenuhi syarat, bisa isolasi di tempat yang disediakan pemerintah setempat,’’ tuturnya.

Tauhid mengingatkan agar pasien terkonfirmasi yang isolasi mandiri tidak keluar rumah. Senantiasa jaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bahkan, peralatan makan harus dipisahkan dengan anggota keluarga lain. Juga, disarankan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi. ‘’Rumahnya harus selalu bersih dan rutin disemprot disinfektan,’’ tandasnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close