Madiun

Pasien Korona Dirawat di Teras IGD, RSUD dr Soedono Siapkan Tenda Darurat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tenda darurat bakal didirikan di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soedono Madiun (RSSM). Itu jika gelombang pasien positif Covid-19 terus berdatangan. Pasalnya, hingga Jumat (2/7) tujuh pasien terpaksa dirawat di teras IGD. Pun, antrean di tempat observasi pasien Covid-19 IGD yang berkapasitas sepuluh tempat tidur (TT) diisi 14 orang.

Kepala Keperawatan IGD RSSM Nanang Budi Waluyo mengatakan, pasien Covid-19 yang dirawat di IGD 21 orang bergejala ringan dan berat. Pasien suspect itu masih menunggu hasil swab test polymerase chain reaction (PCR). ‘’Positive rate-nya 90 persen atau 90 persen konfirmasi. Mereka harus menggunakan alat bantu pernapasan,’’ katanya, Sabtu (3/7).

Nanang menyampaikan, semua pasien IGD baik yang dirawat di dalam maupun di teras harus menunggu 3×24 jam. Menanti pasien yang dirawat di ruang isolasi sembuh atau diizinkan pulang ke rumah. Saat ini ruang isolasi berkapasitas 102 TT telah terisi penuh. ‘’Jadi, jika di ruang isolasi ada yang keluar, pasien di dalam IGD digeser, yang di teras digeser ke dalam IGD. Begitu seterusnya,’’ jelas Nanang.

Dia menambahkan, waktu tunggu tergantung cepatnya transisi ruang isolasi. Soedono memiliki tiga kategori ruang isolasi. Yakni, intensive care unit (ICU) Covid-19, high care unit (HCU) Covid-19, dan low care unit (LCU) Covid-19. ‘’Jika banyak pasien yang pulang atau minimal pindah dari ruang HCU ke ruang LCU, maka pasien yang di IGD bisa kita pindah ke sana,’’ paparnya.

Nanang membeberkan, saat ini pihaknya menjalani kategori kejadian luar biasa (KLB). Artinya, pelayanan di luar standar reguler. Atau, keluar dari kaidah ideal. Idealnya tempat observasi diisi sesuai kapasitas, yakni 10 TT. ‘’Itu pun belum menampung semua. Seperti di depan IGD ini adalah pasien yang butuh ruang isolasi,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, rumah sakit milik Pemprov Jatim itu menjamin pelayanan optimal tetap dijalankan. Tidak ada beda dengan layanan di tempat observasi Covid-19 IGD. Yakni visite, pemberian obat, vitamin, juga alat bantu pernapasan (oksigen) bila dibutuhkan. ‘’Rata-rata pasien berasal dari Madiun Raya, terbanyak dari kota,’’ sebutnya.

Membeludaknya pasien membuat tenaga medis kewalahan. Pihak manajemen berencana menambah empat nakes di IGD. Mereka diperbantukan dari ruangan lain. Sementara ini, ada dua dokter jaga yang dibantu perawat. Total satu tim terdiri enam perawat serta dua petugas nonmedis dan transporter. ‘’Sementara ini yang diperbantukan ada empat orang dari ruang lain,’’ terangnya.

Kabid Penunjang Medik RSSM Kuswanto menambahkan, jika kasus meninggi dan pasien terus berdatangan, pihaknya berencana menambah ruang isolasi darurat. Yakni, mendirikan tenda di halaman IGD. Diperkirakan dapat menampung 15 pasien. ‘’Peralatan harus lengkap, mulai tabung oksigen hingga peralatan kesehatan lainnya,’’ kata Kuswanto. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button