Pacitan

Pasien Korona Datang dan Pergi Tiada Henti

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sampai hari ini, 50 tenaga kesehatan (nakes) terpaksa harus isolasi. Sepuluh di antaranya dokter di rumah sakit maupun puskesmas. Semakin tinggi sebaran korona, semakin berat pula beban kerja yang ditanggung mereka yang berdiri di garda depan kesehatan.

Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pacitan dr Johan Tri Putranto menyebut bahwa banyak nakes yang kelelahan. Saban hari mengurusi pasien Covid-19 yang datang-pergi seolah tiada henti. Meski mengenakan alat pelindung diri (APD) dan patuh protokol kesehatan (prokes), tetap saja kelelahan saat beban pekerjaan terlampau tinggi. Akhirnya imunitas tubuh drop dan rentan terpapar korona. ‘’Mereka setiap hari bersinggungan langsung dengan pasien korona,’’ ungkapnya, Senin (12/7).

Banyaknya nakes yang bertumbangan itu cukup memprihatinkan. Pun, betapa tidak mudahnya mencarikan tenaga pengganti dengan kompetensi setara. Akhirnya pelayanan kesehatan terganggu. ‘’Beberapa faskes terpaksa tutup sementara karena memang tidak mudah menggantikan pekerjaan mereka,’’ ujarnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button