Madiun

Pasien Ke-55 Aktif Kegiatan Musala dan Sosial Lingkungan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebanyak 281 orang masuk daftar pelacakan kontak erat pasien ke-55 Covid-19 Kabupaten Madiun. Ratusan nama dikantongi Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) itu lantaran tingginya mobilitas warga Kelurahan Nglames, Madiun, tersebut.

Saking banyaknya, uji cepat Covid-19 masal harus dilaksanakan dua tahap. Sebanyak 131 orang di-rapid test Sabtu (8/8) dan sisanya Selasa (11/8). ‘’Yang bersangkutan (pasien ke-55, Red) terbilang aktif di kegiatan kemasyarakatan,’’ kata Lurah Nglames Anggara Saputra.

Anggara mengungkapkan, pasien berinisial DK itu kesehariannya bukan hanya berdagang di Pasar Nglames. Melainkan juga aktif dalam kegiatan musala dan sosial lingkungan setempat. Juga masuk kelompok takmir Masjid Besar Nglames. ‘’Sempat mengikuti rapat Idul Adha beberapa waktu lalu,’’ ujarnya.

Lurah meminta warganya tidak panik atas kasus Covid-19 yang kini melanda. Apalagi, DK akhirnya meninggal dunia. Warga diimbau bijak menyaring informasi dari media sosial. ‘’Supaya tidak terjadi hoaks yang berakibat negatif bagi lingkungan,’’ pesannya berkaca teror kabar dusta di Desa Pagotan, Geger, beberapa waktu lalu.

Hasil rapid test pertama, dua orang dinyatakan reaktif. Yakni, tetangga DK dan pedagang Pasar Nglames. Sementara hasil uji cepat gelombang kedua hingga berita ini selesai ditulis belum dirilis.

Kepala Puskesmas Madiun Maria Evarista mengatakan, penutupan Pasar Nglames hingga delapan hari untuk keperluan sterilisasi. Temponya memang lebih lama lima hari dibandingkan penutupan Pasar Sambirejo, Jiwan. Seorang pedagang pasar rakyat itu positif, namun tidak sampai meninggal dunia. ‘’Sebenarnya tidak ada bedanya kasus konfirmasi meninggal atau tidak. Mau ditutup tiga atau tujuh hari, itu kebijakan pemkab,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button