Ponorogo

Pasien Isoman Hasilkan Limbah Medis 1,2 Ton

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Bukan mengada-ada. Sebanyak 1.737 pasien konfirmasi Covid-19 –data per Minggu (25/7)– yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah mereka masing-masing bakal menghasilkan limbah medis. Dengan asumsi produksi sampah setiap orang per hari mencapai 0,7 kilogram versi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), maka setidaknya muncul 1,2 ton limbah yang infeksius.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo menyebut bahwa pengelolaan limbah medis pasien isoman tak ubahnya sampah rumah tangga lainnya. Petugas pengelola sampah sengaja menunggu sehari semalam sebelum mengangkutnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican. ‘’Petugas sudah mendapat instruksi agar memperhatikan risiko kontaminasi virus dari sampah,’’ jelas Sapto, Senin (26/7).

Dia menyebut, TPA Mrican belum mampu mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3). Insinerator atau mesin pembakar limbah dalam bentuk padat hanya dimiliki RSUD dr Harjono. Pun, pihaknya tidak memilah sampah masker atau bekas obat yang berasal dari rumah tangga. ‘’Kami mulai membahas pengadaan insinerator untuk pengelolaan sampah B3,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button