Pacitan

Pasien Covid-19 Buka Suara

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Aparatur sipil negara (ASN) Kemenag Pacitan yang terkonfirmasi positif Covid-19 akhirnya buka suara. Dia adalah M Nurul Huda. Saat ini menjabat sebagai kepala kantor kemenag setempat. Selasa (14/4), mantan kasi pendidikan madrasah (penma) itu tampil ke publik melalui sebuah video rekaman.

Dalam video berdurasi 3 menit 13 detik tersebut, Huda tak menampik kalau dirinya terinfeksi virus SARS-CoV-2. ‘’Saya sengaja membuat video itu karena banyak kabar hoaks tentang saya,’’ katanya saat dikonfirmasi via sambungan telepon.

Hoaks yang dimaksudnya itu seperti beredar kabar dirinya telah meninggal dunia lantaran terpapar virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut. Dia mengungkapkan informasi palsu itu menyebar di berbagai pesan singkat WhatsApp dan media sosial (medsos) setelah hasil rapid tesnya keluar.

Lebih lanjut, Huda juga menjelaskan kronologis awal dirinya ditetapkan sebagai penderita Covid-19. Semua bermula ketika dirinya sepulang dari pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada 19 Maret lalu. Huda mengaku saat itu kondisinya baik-baik saja. Bahkan, setelahnya dia memutuskan untuk mengarantina mandiri di rumah.

Proses itu berjalan hampir sepekan sebelum akhirnya dia dijemput oleh petugas kesehatan untuk dirawat di ruang isolasi RSUD dr Darsono. ‘’Sebelum itu saya sempat melakukan medical check up di rumah sakit swasta. Hasilnya tidak ada gejala tertular virus korona,’’ katanya.

Selepas itu kondisi kesehatan Huda sempat drop. Dia sempat mengeluhkan sakit batuk. ‘’Lalu saya diminta untuk rapid tes dan dilakukan swab tes beberapa hari setelahnya dan ternyata positif,’’ ungkapnya.

Saat ini dirinya sudah menjalani perawatan di RSUD dr Darsono sekitar 11 hari. Dia mengaku kondisi kesehatan terus membaik. Batuk dan sesak napas yang sempat dirasakan sebelumnya sudah mereda. ‘’Saat ini tidak ada batuk atau demam. Mungkin sesekali batuk tapi saya kira itu wajar,’’ ujarnya.

Kendati sekarang masih dirawat, Huda sudah mulai beraktivitas. Seperti memantau situasi dan perkembangan kantor melalui videocall. Sesekali Huda juga menghubungi mahasiswanya yang membutuhkan bimbingan. Tak lupa dirinya tetap menjalankan kewajiban salat dan membaca Alquran untuk menguatkan mental. ‘’Saya jadikan ini tempat saya menempa diri,’’ kata Huda.

Sebelum mengakhiri pembicaraan, Huda sempat berpesan kepada semua orang. Dia menegaskan kalau penyakit korona bukan aib. Sehingga, penderitanya tidak perlu dijauhi. Karena itu Huda mendorong pemkab menyosialisasikan soal pencegahan dan bagaimana menghadapi penderita maupun mantan pasien positif Covid-19. ‘’Yang namanya korona itu bukanlah aib. Tapi, bagaimana antisipasi itu jauh dari penyakitnya tapi orangnya tetap dekat,’’ tuturnya. (gen/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close