Magetan

Pascaputing Beliung Menerjang Lima Kecamatan di Magetan

Fokus Tangani Rumah Rusak

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dampak terjangan angin puting beliung diinventarisasi. Kecamatan Panekan dan Magetan adalah dua wilayah yang paling parah terdampak. Seperti rusaknya sejumlah fasilitas di Stadion Yosonegoro dan GOR Ki Mageti. ‘’Atapnya yang baru direhab pun juga mengalami kerusakan,’’ kata pengelola GOR Ki Mageti Hadi Purnama Kamis (12/12).

Kendati atapnya rusak, GOR tetap dipakai kegiatan. Bahkan, jadwal pemakaian gelanggang olahraga itu sudah penuh sampai awal tahun depan. Perbaikan juga terus dilakukan. Di samping membatasi waktu pemakaian tempat. ‘’Karena kalau sampai gensetnya nyala waktu hujan, takutnya ada arus listrik yang bocor, kan bahaya,’’ ujarnya.

Berdasarkan data BPBD, tercatat ratusan rumah rusak diterpa angin puting beliung. Semua tersebar di Kecamatan Magetan, Plaosan, Sidorejo, Barat, dan Ngariboyo. ‘’Mayoritas genting rumah warga melorot. Ada yang rumahnya tertimpa pohon tumbang. Juga ada bangunan sekolah yang rusak,’’ ungkap Kepala Pelaksana BPBD Magetan Ari Budi Santosa.

Total ada 135 personel yang diterjunkan untuk menangani dampak kerusakan angin puting beliung. Penanganan fokus pada perbaikan atap rumah warga yang rusak. Semua dikerjakan dengan cara swadaya.

Ari mengaku belum bisa menghitung berapa kerugian materil akibat musibah tersebut. Yang jelas, ada 10 orang mengalami luka ringan. Diperkirakan angin kencang kembali menerjang seiring memasuki pancaroba dalam beberapa hari ke depan. ‘’Saya minta warga untuk selalu waspada,’’ imbaunya. (fat/c1/her)

Belum Hilang Gamang, Disapu Puting Beliung

DI tengah kegamangan relokasi, bangunan Pasar Burung Magetan ikut tersapu puting beliung, Rabu lalu (11/12). Sejumlah atap kios pedagang di sebelah timur GOR Ki Mageti itu rusak. ‘’Untungnya barang-barang masih bisa diselamatkan,’’ kata Maryono, salah seorang pedagang, Kamis (12/12).

Dinas perindustrian dan perdagangan (disperindag) berniat memindah tempat berjualan 16 pedagang Pasar Burung ke belakang Pasar Sayur I. Sebab, kawasan itu bakal dijadikan fasilitas olahraga. Akan tetapi, rencana itu belum bisa direalisasikan tahun ini. Los yang tersedia tidak cukup menampung seluruh pedagang. ‘’Selama dua tahun di sini sudah banyak pelanggan. Kalau saya pindah, takutnya di sana malah sepi,’’ ujarnya.

Kasi Sarana dan Prasarana Pasar Disperindag Magetan Darmaji menyebut, proses pembangunan los untuk menampung masih dikerjakan. Pihaknya baru menyediakan empat los. Sehingga relokasi belum bisa dijalankan tahun ini. Meski begitu, pihaknya tetap membuka kesempatan bagi pedagang yang ingin menggunakannya saat ini. Baik yang terdampak kebakaran dua tahun lalu atau lesus. ‘’Pembangunan los bertahap,’’ katanya. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close