Ponorogo

Pasar Legi Ponorogo Bukan Aset Pemkab, tapi Milik Kementerian PUPR

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemkab Ponorogo tidak leluasa mengelola Pasar Legi lantaran status kepemilikan aset. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ternyata belum menghibahkan penuh bangunan pasar tradisional seluas 32.172 meter persegi yang proses revitalisasinya menelan dana Rp 133 miliar itu. ‘’Permasalahannya baru terungkap belakangan. Kami segera bersurat ke kementerian (PUPR, Red),’’ kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Rabu (13/10).

Status Pasar Legi masuk aset negara di bawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya di Kementerian PUPR. Tak urung, pengelolaan Sarlegi –julukan Pasar Legi– kini berada di tangan pihak ketiga. Bupati mafhum bahwa persoalan kepemilikan aset itu sebatas masuk ranah administrasi. Ada dokumen yang belum dilengkapi, misalnya. ‘’Kalau dihibahkan secara penuh, kami bisa leluasa mengelola pasar,’’ ujarnya.

Pasar Legi kini seolah kehilangan keriuhannya. Banyak kios kosong dan pengunjung sepi. Bupati berjanji membuat inovasi jika pasar tradisional terbesar di Ponorogo itu berada dalam pengelolaan penuh pihaknya. Pedagang di pasar stasiun bakal diboyong ke Sarlegi. ‘’Fokus pertama meramaikan Pasar Legi dulu,’’ jelas Sugiri. (mg7/c1/hw/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button