Madiun

Pasar Kembang Baru di Kota Madiun Adopsi Semarang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pedagang tanaman hias di belakang Stadion Wilis bakal boyongan ke Jalan Mayjen D.I. Panjaitan akhir tahun ini. Progres pembangunan lapak baru di utara Graha Krida Praja Kota Madiun atau kantor bersama itu kini telah mencapai 50 persen. ‘’Targetnya, akhir November tuntas,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Senin (6/9).

Saat ini, lanjut Suwarno, memasuki proses pengerjaan lapak. Ada 60-an lapak yang disiapkan. Didesain minimalis berbalut konsep arsitektur modern. ‘’Lapak didesain hanya untuk berdagang,’’ ujarnya.

Artinya, bukan untuk tempat tinggal atau rumah tangga. Pun, setiap lapak tidak dilengkapi kamar mandi mempertimbangkan estetika. ‘’Yang jelas ke depan tidak ada lagi lapak yang ditempati sebagai rumah tinggal,’’ tuturnya.

Untuk kamar mandi dibangun terpisah sebagai fasilitas umum (fasum). Musala juga didirikan sebagai bagian dari fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan pedagang maupun pengunjung. ‘’Sengaja kamar mandi dipisahkan karena itu fasilitas umum. Jadi, lapak pure untuk berdagang saja,’’ jelasnya.

Suwarno menyebut bahwa pembangunan lapak memiliki bobot paling tinggi. Setelah lapak tuntas, dilanjutkan pavingisasi jalan. Pasar kembang baru itu membentang di pinggir sungai dari Jalan Mayjen D.I. Panjaitan tembus Jalan Dawuhan. ‘’Konsepnya mengadopsi Pasar Kembang Kalisari, Semarang,’’ ungkapnya. (kid/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button