Madiun

Pasar Besar Madiun Lesu, Impor Bawang Putih Distop

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak keran niaga China dihentikan sementara tersebab meluasnya penyebaran virus korona, harga komoditas pokok terkerek. Langkah darurat yang diambil Kementerian Perdagangan itu menegaskan ketidakberdayaan produk lokal dalam menyuplai kebutuhan pasar.

Di Pasar Besar Madiun (PBM), harga bawang sinco naik hingga Rp 50 ribu. Sedangkan bawang kating naik hingga Rp 55 ribu-Rp 65 ribu. Lonjakan harga itu cukup menciutkan nyali pedagang maupun pembeli. ‘’Yang biasanya beli sampai lima kilogram, sekarang hanya satu kilogram,’’ keluh Bayu Aji, pedagang di PBM, Senin (10/2).

Bayu menyebut, lonjakan harga bawang putih ini bertahan hingga sepekan lebih. Belakangan, stok di gudang mulai langka. Terimbas penghentian sementara impor bahan pokok dan hewan hidup dari China. ‘’Pernah dalam sehari harganya naik tiga kali,’’ kata Bayu mengurai ketidakstabilan harga yang terjadi sepekan lalu.

Sejatinya, kualitas rasa bawang lokal lebih unggul dari impor. Namun, stoknya yang selalu terbatas membuat harganya sulit terjangkau pembeli di negeri sendiri. Sekilonya bisa mencapai Rp 100 ribu lebih. ‘’Stoknya sedikit sekali,’’ ujar pedagang asal Ngawi itu.

Jack, pedagang lain, menyebut kenaikan harga bawang putih terjadi menjelang hari raya. Meski begitu, kenaikannya tak pernah melebihi kisaran Rp 30 ribu. ‘’Sekarang harganya mahal sekali,’’ ungkapnya.

Bu Mini, pedagang lainnya, merasakan hal sama. Dia menyebut calon pembeli mengeluhkan kenaikan serentak sejumlah bahan pokok. Belakangan, harga bawang merah ikut terkerek di kisaran Rp 60 ribu-Rp 65 ribu. ‘’Hari ini (kemarin, Red) mulai turun,’’ katanya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button