Advertorial

Parji Jadi Guru Besar Pertama Unipma

Hasilkan Tujuh Jurnal Internasional saat Pandemi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pertama kalinya Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) miliki guru besar. Parji yang juga rektor salah satu perguruan tinggi bergengsi di Kota Madiun berhasil membawa pulang gelar profesor. Kini titelnya pun berderet, Prof. Dr. H. Parji, M.Pd. Menariknya, gelar guru besar ini diraih Parji saat pandemi Covid-19 berlangsung. ‘’Alhamdulillah, dalam kondisi serba terbatas seperti ini saya berhasil meraih gelar guru besar. Apalagi data pendidikan tinggi (Dikti), keberhasilan meraih profesor ini hanya 35 persen. Ada 65 persen yang belum berhasil,’’ jelas Parji.

Parji meraih gelar guru besar di bidang Ilmu Pendidikan Ilmu Sosial. Selama masa work from home, bapak dua anak ini berupaya produktif. Selama setahun (2020), dia mampu menghasilkan tujuh jurnal internasional bereputasi. ‘’Pembuatan jurnal ini menjadi syarat khusus untuk pengajuan guru besar, dan saya mampu memenuhinya,’’ katanya.

Tidak sekadar membuat jurnal, dia juga mempersiapkan penilaian internal di kampus, review tim Lembaga Layanan Dikti (LLDikti) Jawa Timur kemudian masuk tim penilai Jakarta hingga penetapan oleh Dirjen Dikti. Terakhir surat keputusan (SK) dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. ‘’Menjadi guru besar tidak mudah, harus memiliki kualifikasi akademi doktor. Tidak hanya itu angka kredit kumulatif dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat minimal 850 kredit angka kumulatif,’’ terangnya.

Tidak butuh waktu lama Parji menyandang guru besar. Dia baru mengusulkan guru besar ke LLDikti Jatim pada Juni 2020 lalu. Sebulan kemudian, diusulkan ke Jakarta dan Desember sudah mengantongi SK Guru Besar Ilmu Pendidikan Ilmu Sosial. Selama proses tersebut, dia harus berjuang dengan keterbatasan di tengah pandemi. Riset, observasi dan dokumentasi dilakukan dengan wawancara melalui telepon dan WhatsApp (WA) secara terbatas. ‘’Guru besar adalah jabatan akademik tertinggi, otomatis guru besar adalah aset terpenting dari  suatu kampus,’’ katanya.

Sudah 30 tahun dilalui Parji sebagai dosen. Selama masa tersebut, dia berupaya membangun kampus yang dulu bernama IKIP PGRI Madiun menjadi besar seperti saat ini. Dia pun menjadi doktor pertama di perguruan tinggi tersebut, dia juga menjadi guru besar pertama di Unipma. ‘’Saya meraih gelar tersebut penuh dengan perjuangan dan perjalanan panjang. Dari saya menjabat asisten ahli, lektor, lektor kepala, hingga saat ini guru besar. Dulu saya menjadi doktor pertama dan sekarang sudah ada 40 doktor. Begitu juga gelar profesor pertama, semoga tidak lama lagi akan muncul guru besar lainnya di Unipma. Targetnya dalam dua tahun ini, ada guru besar baru,” pungkasnya. (afi/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button