Ponorogo

Pantau Pergerakan lewat Ekstensometer, Retakan Ditutup Tanah

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Upaya mitigasi langsung dilakukan oleh Slamet setelah tanah halaman rumahnya di Dusun Kalisobo, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, retak pada Kamis lalu (12/12). Langkah itu berupa penutupan retakan tanah dengan tanah baru Senin (16/12). ‘’Sudah diuruk di bagian retakannya, supaya tidak semakin merekah,’’ kata Slamet.

Panjang retakan tanah mencapai 20 meter. Sedangkan, lebarnya sekitar 5–10 sentimeter. Retakan merambat dari lantai hingga dinding dapur rumah. Tanah gerak juga meluas ke dua rumah lainnya. Masing-masing milik Kateni dan Tuji. Tapi, kondisinya tidak begitu parah.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Setyo Budiono menyatakan, retakan tanah yang muncul di Dusun Kalisobo tidak terlalu berbahaya. Sebab, menurutnya, tanah retak bisa berimplikasi longsor jika berada di dataran tinggi. ‘’Kalau di dataran rendah masih bisa dikatakan aman. Kalau di dataran tinggi, apalagi di sekitar jurang, bisa terjadi longsor yang membahayakan warga,’’ ujarnya.

Budi menerangkan, tanah retak yang terjadi di rumah warga itu tidak hanya dipengaruhi faktor hujan. Tapi juga disebabkan terjadinya subduksi tanah karena kekeringan. Sehingga, ketika air hujan turun masuk ke dalam tanah itu mengakibatkan pergerakan. ‘’Karena panas di musim kemarau, lalu terkena hujan deras, akhirnya membesar,’’ jelas Budi.

Kendati dinilai aman, pihaknya tetap memantau kejadian tersebut. Salah satunya dengan melihat grafik pergerakan tanah melalui alat ekstensometer yang sudah dipasang sejak 2014 lalu. Tanah gerak di Sawoo juga sering berdampak pada Jalan Raya Ponorogo-Trenggalek. (naz/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close