Ponorogo

Panselda Diminta Maksimalkan Penggunaan Komputer

PENGADAAN PULUHAN, KEBUTUHAN SERATUSAN

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Wakil rakyat mendukung langkah pemkab dalam membedol anggaran untuk keperluan rekrutmen pegawai. Mulai pengadaan puluhan unit perangkat komputer di tahun ini hingga membiayai rangkaian seleksi di tahun depan. ‘’Lumayan kalau nanti punya seratus unit komputer. Itu juga dibutuhkan untuk banyak keperluan,’’ kata Wakil Ketua Komisi A Agung Prayitno.

Dalam pertemuan dengan tim panselda, wakil rakyat mencecar berbagai pertanyaan. Untuk menjamin seleksi CPNS berjalan lancar. Sekaligus meminimalkan keluhan dari masyarakat. Menurut Agung, seluruh calon peserta berhak dilayani dengan baik oleh pemkab. Seleksi CPNS pemkab resmi dibuka Senin malam (11/11). Total 503 formasi dibuka. Meliputi 298 guru, 92 tenaga kesehatan, serta 113 tenaga teknis. ‘’Mulai pendaftaran sampai pemberkasan,’’ ujarnya.

Pada seleksi CPNS kali ini, pemkab menyiapkan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk 2019 dan Rp 1,2 miliar untuk 2020. Dana Rp 400 juta pada tahun ini diambil dari P-APBD 2019 dan digunakan untuk membiayai proses seleksi administrasi sampai masa sanggah. Termasuk membeli puluhan unit perangkat komputer. Itu juga digunakan untuk seleksi CPNS berikutnya. ‘’Nanti akan ditambah di APBD 2020 dengan sistem sewa (pengadaan komputer seleksi CPNS),’’ sebut Agung.

Politisi PDI Perjuangan itu menyebut, pemkab idealnya punya seratus unit komputer. Sebab, informasi dari panselda, rekrutmen pegawai masih akan digulirkan lagi pada 2021 dan seterusnya. Juga, dapat digunakan keperluan lain di badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan daerah (BKPPD). ‘’Untuk assessment pegawai misalnya. Jadi, tidak hanya untuk rekrutmen CPNS. Kita memang harus punya tempat diklat khusus, lengkap dengan prasarananya,’’ tegas Agung. (naz/c1/fin)

Longgarkan Usia, Rendahkan IPK

DIBUTUHKAN: Dokter spesialis bertugas di salah satu klinik RSUD setempat. Pemkab kembali membuka lowongan CPNS untuk beberapa spesialis.

KEBUTUHAN mendesak terhadap dokter spesialis memaksa pemkab kembali membuka lowongan CPNS untuk jabatan tersebut. Tak ingin rekrutmen sepi pelamar, kali ini syaratnya pun dipermudah. ‘’Ada batasan usia yang membuat pendaftaran di seleksi CPNS 2018 kurang maksimal,’’ kata Ketua Panitia Seleksi Daerah (Panselda) CPNS Pemkab Ponorogo Agus Pramono.

Sebelumnya, persyaratan usia untuk seluruh formasi dipukul rata. Minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun. Pada rekrutmen kali ini, pemerintah pusat memberi kelonggaran supaya rekrutmen bisa lebih maksimal. Untuk jabatan khusus seperti dokter, dokter gigi, serta dokter spesialis, usia maksimal 40 tahun pada saat melamar. ‘’Itu hanya untuk formasi tertentu,’’ terangnya.

Pada seleksi kali ini, pemkab membuka sepuluh formasi dokter spesialis. Mulai spesialis anak, anestesi, bedah saraf, penyakit dalam, jantung, kandungan, mata, patologi anatomi, radiologi, dan THT. Pada seleksi sebelumnya, pemkab membuka 14 formasi dokter spesialis. ‘’Jabatan dokter spesialis ini penting, jangan sampai ada yang nol pelamar,’’ tegasnya.

Selain mempermudah persyaratan untuk dokter spesialis, tim panselda juga memilih menetapkan syarat indeks prestasi kumulatif (IPK) hanya 2,75. Banyak daerah menetapkan syarat IPK sebesar 3,00. Pertimbangan utama bagi Agus adalah besarnya anggaran yang dibedol. Jangan sampai, keran formasi CPNS yang dibuka sia-sia. ‘’Supaya hasilnya sepadan dengan besarnya anggaran yang kami keluarkan,’’ ujar mantan pejabat Pemkab Madiun itu. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button