Ngawi

Pangkas Jarak, Warga Pilih Seberangi Bengawan

NGAWI– Bagi sebagian warga Desa Ngompro, Pangkur, perahu masih menjadi alat transportasi utama untuk pergi ke tempat tertentu. Itu lantaran lokasi yang dituju dari dusun mereka terpisah Bengawan Solo. ‘’Kalau lewat jalan, jaraknya empat kali lebih jauh,’’ kata Rusmini, warga Dusun Wage, kemarin (19/2).

Pagi itu Rusmini menyeberang sungai dengan perahu sambil membawa sepeda pancal. Dia ditemani Meli, anaknya yang bersekolah di SDN  Waruk Tengah 02. ‘’Tiap hari antar-jemput pakai sepeda,’’ ujarnya.

Sekarang sedang musim penghujan. Tak jarang, air Bengawan Solo meluap. Rusmini sejatinya takut menyeberang saat sungai dalam kondisi seperti itu. Namun, menimbang jarak tempuh dan waktu yang dibutuhkan, dia memberanikan diri naik perahu bersama anaknya. ‘’Takut, tapi bismillah saja,’’ ucapnya.

Sardi, si tukang perahu, mengatakan bahwa tiap hari pasti ada yang naik alat transportasi air miliknya. Mulai penumpang yang bersepeda ontel sampai mereka yang bermotor. ‘’Lebih cepat nyebrang. Kalau ke barat harus muter lewat Kendung, timur mesti ke Karangsono dulu. Sama-sama jauhnya itu,’’ sebutnya.

Perahu milik Sardi sudah menggunakan mesin penggerak dari diesel. Durasi sekali menyeberangkan penumpang sekitar lima menit. ‘’Banyak yang menyeberang di sini. Pelajar, guru, karyawan, sampai pedagang keliling dengan rombong (bermotor, Red), setiap hari ada,’’ katanya. (mg8/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close