Madiun

Pangkal Masalah Elpiji Melon Langka

Lemah Regulasi dan Pengawasan Distribusi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Regulasi dan pengawasan distribusi yang lemah disebut sebagai pangkal masalah kelangkaan tabung gas elpiji tiga kilogram di Kabupaten Madiun. Dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakop-UM); Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Madiun; juga Pertamina, bersepakat membenahi. Setelah duduk satu meja membahas persoalan itu kemarin.

Ketua Hiswana Migas Madiun Agus Wiyono berjanji akan meningkatkan pengawasan. Mengajak agen untuk mengecek ketersediaan tabung melon ke pangkalan. Pangkalan, kata dia, harus menerapkan aturan pemerintah. Jangan sampai pengecer menguasai barang. Sebab, kelompok itu tidak masuk dalam regulasi. ‘’Pangkalan diharapkan bisa mengontrol setiap pembelian individu rumah tangga atau UMKM. Pencatatan (pembeli) sangat penting. Jangan sampai ada manipulasi data,’’ ujarnya.

Sekretaris Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi menyebut, banyak pengecer baru di Kecamatan Geger dan Wungu. Dua wilayah itu yang krisis elpiji melon dalam dua pekan terakhir. ‘’Barang di pengecer justru melebihi pangkalan. Patut diduga ini sebuah permainan,’’ katanya.

Agus menilai kelangkaan elpiji subsidi sangat janggal. Konsumsi komoditas itu seharusnya turun karena pandemi Covid-19. Banyak warung atau rumah makan yang tutup di awal pandemi. Selain itu, pembatasan jam operasional. Namun, faktanya elpiji melon malah menghilang di pasaran. Di sisi lain, suplai tabung gas dari Pertamina tidak ada pengurangan. ‘’Malah setiap tahunnya ada penambahan lima persen,’’ ucapnya.

Disperdakop-UM menaruh atensi terhadap potensi tidak tepat sasarannya penggunaan elpiji melon. Sejauh ini pengawasan hanya sampai di pangkalan. ‘’Dijual ke oknum, lalu dijual kembali dengan harga yang sudah dimainkan,’’ tandasnya. (mg4/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close