Pacitan

Pandemi, Pemkab Pacitan Raup Investasi Rp 189 Miliar

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pandemi ternyata tak sampai menggerus investasi di Pacitan. Sepanjang 2020, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pacitan mencatat 1.533 investor non-izin usaha menengah kecil (IUMK) berinvestasi ke kabupaten ini. Nilai investasinya pun sebanding dengan tahun sebelumnya, setara Rp 189,6 miliar.

Kepala DPMPTSP Pacitan Prasetyo Wibowo menjelaskan, IUMK merupakan investasi yang skalanya di atas Rp 50 juta. Seperti izin pendirian toko modern waralaba hingga perumahan dan homestay. ‘’Bisnis properti tetap menggeliat meski hanya kisaran 5-10 rumah. Tapi, yang mengajukan lumayan banyak. Setahun sekitar 50-an,’’ ungkapnya, Rabu (16/6).

Prasetyo memandang Pacitan sebagai lahan subur bisnis properti. Mengingat, lahan untuk pengembangan unit perumahan masih terbentang luas. Daya saingnya pun tak seketat daerah lain. ‘’Begitu pula dengan bisnis homestay di sekitar pantai. Seiring kembali menggeliatnya pamor wisata beberapa waktu terakhir,’’ paparnya.

Adapun investasi jumbo, diakui Prasetyo, sepanjang dua tahun terakhir baru dua perusahaan yang telah cek lokasi. Salah satunya, PT Semen Rajawali Indonesia (SRI). Perusahaan yang diproyeksikan bakal berinvestasi hingga Rp 14 miliar itu rencananya membangun pabrik di Kecamatan Kebonagung. Beberapa izin telah dituntaskan. ‘’Satunya lagi perusahaan pembangkit listrik tenaga angin. Saya pikir nilai investasinya sama besarnya. Tapi, sejauh ini baru pembicaraan awal. Belum ada tindak lanjutnya lagi,’’ tuturnya. (gen/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button