Ngawi

Pandemi, Lapak Bunga Tabur Sepi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Ziarah makam menjelang Lebaran sudah menjadi tradisi sebagian masyarakat Ngawi. Momen tersebut dimanfaatkan warga untuk berjualan bunga tabur. Di Pasar Besar Ngawi (PBN), misalnya. Jika biasanya hanya ada satu dua pedagang, kini jumlahnya naik berlipat. ‘’Sebelumnya saya jualan es,’’ kata Sumiatun, salah seorang pedagang, Kamis (21/5).

Sayangnya, adanya pandemi Covid-19 yang diiringi anjuran berdiam di rumah membuat omzet penjualan bunga tabur kali ini tidak sesuai harapan. ‘’Tahun lalu dalam sehari bisa menjual sampai 20 kilogram, sekarang paling banyak hanya 10 kilogram,’’ tuturnya.

Penurunan omzet penjualan diamini Sakem, pedagang bunga tabur lainnya. Pun, kata dia, jumlah pedagang tidak sebanyak tahun lalu. ‘’Banyak yang mengurungkan niatnya berjualan kembang karena sepinya pembeli,’’ ujar perempuan itu.

Dia menyebut, ada tengkulak dari luar daerah yang setiap hari memasok dagangan bunga kepadanya. Biasanya barang datang pada dini hari, lalu dijual eceran saat matahari mulai menampakkan sinarnya. ‘’Sekarang jualannya sampai sore karena pembeli tidak seramai dulu,’’ keluhnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close