Madiun

Pandemi, Kredit Macet PD BPR Kabupaten Madiun Capai Rp 5,9 M

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kredit macet di bank pelat merah milik Pemkab Madiun macet miliaran rupiah. Pandemi Covid-19 disebut jadi biang munculnya non-performing loan (NPL) tersebut. ‘’Selama semester pertama tahun ini, NPL kotor tercatat sekitar Rp 5,9 miliar,’’ kata Direktur Utama Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Bank Daerah Kabupaten Madiun Velly Murdianto, Selasa (31/8).

Menurut Velly, kondisi pandemi yang diikuti berbagai pembatasan kegiatan masyarakat menjadi faktor penting munculnya kredit bermasalah. Sebab, nasabah dari sektor perdagangan lebih dari 40 persen. Peringkat kedua pertanian sekitar 30 persen. ‘’Pendemi amat memengaruhi kemampuan debitur dari sektor perdagangan sebagai mayoritas nasabah kami,’’ ungkapnya.

Meski demikian, sampai saat ini pihak bank belum melakukan eksekusi agunan. Apalagi sampai tingkat lelang. Sebab, klaim Velly, NPL Rp 5,9 miliar masih menempatkan BPR dalam kondisi aman. Besaran kredit macet itu setara dengan 3,22 persen dari total kredit Rp 184 miliar satu semester tahun ini. ‘’Batas peringatan NPL dari OJK lima persen,’’ sebutnya.

Pun, bank daerah Kabupaten Madiun itu tetap mengantongi untung. Velly menyebut laba Rp 3,1 miliar. Sehingga dipastikan kondisi BPR tahun ini masih aman. ‘’Laba Rp 3,1 miliar itu kami dapatkan selama satu semester awal tahun ini,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button