Ngawi

Pandemi Korona Tekan Harga Cengkih di Lereng Lawu

Terimbas Pengurangan Produksi Pabrik Rokok

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Masa panen cengkih di kawasan lereng Gunung Lawu masuk wilayah Ngawi kali ini tidak bersahabat. Alih-alih meraup untung, petani maupun tengkulak justru dibayangi kerugian. ‘’Normalnya cengkih basah sekilo Rp 40 ribu, saat ini hanya Rp 18 ribu,’’ kata Lastri, seorang pengepul cengkih, Senin (6/7).

Harga cengkih kering, lanjut dia, juga merosot hingga separo. Jika biasanya di kisaran Rp 90 ribu-Rp 120 ribu, kali ini paling tinggi hanya Rp 56 ribu per kilogram. ‘’Bisa jadi saat masa puncak panen nanti harganya semakin anjlok,’’ ujarnya.

Menurut Lastri, anjloknya harga cengkih kali ini disebabkan banyak pabrik rokok yang mengurangi produksi akibat adanya pandemi Covid-19. Pun, dia enggan menyimpan banyak stok lantaran khawatir merugi. ‘’Dulu tahun 2000-an harga cengkih kering pernah menyetuh Rp 200 ribu per kilogram,’’ ungkapnya.

Himawan, salah seorang petani, mengaku tidak memiliki pilihan lain selain tetap memanen tanaman cengkihnya. ‘’Kalau bunganya sudah mekar, tidak laku dijual,’’ ujarnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close