Madiun

Pandemi Korona Bebaskan 34 Napi Lapas Klas I Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pandemi Covid-19 membawa berkah bagi para narapidana (napi). Haru biru mewarnai Lapas Klas I Madiun Kamis siang (2/3). Mereka sujud syukur menghadap kiblat. Beberapa di antaranya berdiri menunduk dengan tangan menggenggam. Para napi itu mendapat pembebasan bersyarat melalui asimilasi dan integrasi.

Sedikitnya 34 napi dinyatakan bebas dari hukuman. Salah satunya, YM, 60, napi asal Surakarta. Dia tidak menyangka mendapat kesempatan ini. Itu pun baru diketahuinya malam hari sebelum diizinkan pulang. ‘’Terkejut, dan pokoknya senang sekali,’’ katanya.

YM terjerat perkara perlindungan perempuan dan anak (PPA). Dia divonis 7 tahun 2 bulan penjara. Saat ini dia telah menjalani hukuman 4 tahun 2 bulan. Dia bakal langsung pulang ke daerah asalnya. Meski pemerintah daerahnya menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19. ‘’Ingin bertemu keluarga dan tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi,’’ ujarnya penuh penyesalan.

Meski buta informasi wabah korona, sampai di rumah dia berencana mengisolasi diri selama 14 hari. Pun tetap mengikuti anjuran pemerintah tinggal di rumah selama masa pandemi. Itu dia ketahui dari petugas lapas. ‘’Tansaho eling. Tetap nanti harus lawan korona,’’ ungkapnya.

Kepala Lapas Kelas I Madiun Thurman Saud Marojahan Hutapea mengatakan, pembebasan sejumlah napi ini merujuk Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 10/2020 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19. ‘’34 napi dinyatakan bebas. Terdiri dari 32 napi dewasa dan dua napi anak-anak,’’ sebut Thurman.

Menurut dia, pembebasan sesuai persyaratan integrasi. Yakni, warga binaan yang mengikuti program asimilasi telah menjalani dua per tiga masa tahanan di bawah tanggal 31 Desember 2019. Ada 123 napi dari total 1.256 napi yang diusulkan bebas hingga 7 April 2020. Namun tahap pertama ini dikabulkan 34 napi. ‘’Bersyukur, dengan berkurangnya warga binaan paling tidak bisa memperketat pengawasan agar terhindar dari Covid-19,’’ ucapnya.

Napi yang dibebaskan tahap pertama ini rata-rata hukumannya kurang dari lima tahun. Mereka terjerat perkara kriminal umum dan narkoba. Rinciannya 10 napi perkara penyalahgunaan narkoba, 18 napi perkara perlindungan anak, 3 napi perkara pencurian, 2 napi perkara penipuan dan seorang napi perkara pencemaran nama baik. ‘’Juga berasal dari daerah berbeda-beda,’’ ungkapnya.

Antara lain Kabupaten Madiun, Nganjuk, Banyuwangi, Sidoarjo, Malang, Sampang, Jombang, Jember, Surabaya, Ponorogo, Magetan, Surakarta dan Pasuruan. Setelah kembali ke lingkungan masyarakat, kewenangan pengawasan di pihak kejaksaan. Dimungkinkan ada penambahan lagi, menyesuaikan instruksi dari pusat. ‘’Napi yang bebas kami bekali masker. Kami pastikan sejauh ini lapas aman dari Covid-19,’’ klaimnya. (kid/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close