Ngawi

Pandemi Covid-19 Picu Stres Sejumlah Warga Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kecemasan melanda di tengah rasa skeptis masyarakat terhadap Covid-19. Siti Jariyah, psikolog asal Ngawi, menyebut bahwa penderita ansietas (kecemasan) melonjak sejak virus yang kali pertama ditemukan di Wuhan, Tiongkok, itu melanda Maret tahun lalu.

Bahkan, dia menerima konsultasi gangguan yang menyerang psikis itu hampir setiap hari. ‘’Sebelum pandemi jarang sekali. Dulu dalam sepekan hanya satu yang konsultasi,’’ kata Siti, Sabtu (17/7).

Kliennya mayoritas dihantui rasa kecemasan berlebih terhadap pandemi Covid-19. Mereka khawatir terpapar virus yang belum ditemukan obatnya itu. Kekhawatiran berubah menjadi rasa takut kala mengetahui banyak pasien positif yang meninggal. ‘’Mereka stres karena beban dan tekanan hidup semakin berat,’’ ujar psikolog yang berdinas di RSUD dr Soeroto itu.

Menurut dia, ansietas umum dirasakan seseorang ketika memikirkan sesuatu secara berlebihan. Gangguan tersebut terklasifikasi menjadi tiga tingkatan. Yakni, ringan, sedang, dan berat. Dalam kasus kategori berat, penderitanya dapat menghentikan aktivitas sehari-hari di luar rumah karena kelewat takut. ‘’Saking takutnya, tidak berani keluar rumah,’’ bebernya. (mg5/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button