Ponorogo

Pandemi Cetak 1.769 Janda Baru di Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pandemi Covid-19 berdampak pada keberlangsungan kehidupan rumah tangga. Tercatat sepanjang tahun lalu timbul 1.769 perkara perceraian. Dari jumlah tersebut, 1.320 permohonan gugatan cerai dilakukan oleh istri.

Humas Pengadilan Agama (PA) Ponorogo Misnan Maulana mengungkapkan hasil persidangan terungkap permohonan cerai dilandasi karena masalah ekonomi. ‘’Karena kebutuhan semakin sulit dipenuhi ketika pandemi. Akhirnya muncul permasalahan di keluarga,’’ katanya, Selasa (20/1).

Perceraian, lanjut Misnan, berimplikasi pada banyak persoalan lain yang harus diurai suami dan istri. Persoalan pembagian harta bersama, hak asuh anak, atau kewajiban menafkahi anak. ‘’Perlu berpikir matang sebelum mengajukan perceraian,’’ pungkasnya. (mg4/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close