Magetan

Pandemi Bikin Angka Anak Putus Sekolah di Magetan Meningkat

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Beratnya tahun pertama pandemi Covid-19 membuat sejumlah siswa di Magetan putus sekolah. Meletakkan mimpi melanjutkan pendidikan dianggap sebagai jalan keluar dari situasi pelik yang dialami keluarga. ‘’Tahun lalu kami dapati ternyata cukup banyak siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya,’’ kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Magetan Ribut Hadi Candra, Senin (23/8).

Fakta itu terpotret dari hasil survei BPS pada September tahun lalu. Angka partisipasi murni (APM) di jenjang SD sejumlah 95,59 persen. Sementara jenjang SMP lebih rendah, mencapai 86,79 persen. Di jenjang SMA sederajat, APM hanya 79,87 persen. ‘’Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi anak putus sekolah. Salah satunya ekonomi,’’ sebutnya.

Candra menegaskan, sejumlah anak memilih putus sekolah karena alasan ekonomi. Keluarga tak lagi mampu membiayai anaknya melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Situasi kian pelik akibat pandemi. ‘’Faktor lain yang melatari yaitu sekolah yang sulit dijangkau, atau anak memilih melanjutkan pendidikan ke lembaga nonformal seperti pesantren,’’ bebernya. (mg5/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button